Sunday, June 12, 2016

Bloggers, Berhati-hatilah Mengisi Google Forms

Belakangan ini saya prihatin tiap ada yang menyodori google forms ke blogger untuk job review atau undangan event langsung saja disebar, colek semua teman dan diisi begitu saja.

hati-hati mengisi google forms


Ketahuilah bahwa itu membahayakan diri sendiri. Memang, masuk dalam daftar blogger yang dipegang agensi atau brand adalah idaman semua blogger. Tapi bagaimana teman-teman tahu kita masuk daftar yang mana sedangkan dalam form tersebut tidak disebutkan siapa agensi atau brandnya, bahkan itu sudah di-share oleh tangan ke 3, ke 4 dan seterusnya. Hanya karena ada kata job review atau event, mata langsung ijo dan jari langsung gercep (gerak cepat) mengetik.

Di era big data sekarang ini, informasi pribadi kita adalah emas, bisa diperjual-belikan.

Diperjual-belikan kemana? Ke asuransi? Wah itu sudah kuno sekali. Sekarang ini, informasi pribadi kita dibutuhkan untuk semua keperluan marketing. Kita tidak tahu untuk kepentingan apa. Bisa juga untuk kepentingan politik lo. Kadang heran kan tahu-tahu ada akun sebuah gerakan di media sosial yang sok ramah dengan akun media sosial kita, mengajak kegiatan sosial tapi belakangan kok yang tampil tokoh politik itu terus? Itu seperti orang menanam di sawah, panennya nanti kalau ada pemilihan atau ada isu politik yang mau dilempar. Selain itu, masih banyak keperluan pemasaran yang tak mengindahkan keamanan data pribadi kita.

Tak hanya untuk dimanfaatkan tanpa sepengetahuan kita, mengisi data sembarangan juga membahayakan kerahasiaan informasi pribadi kita di internet. 

Nah, mari kita sharing apa saja yang perlu diperhatikan sebelum mengisi google forms.

hati-hati google forms


1. CEK PEMILIK ASLI GOOGLE FORMS 
Memang, tak mungkin 24 jam blogger menyanggongi media sosial sehingga sering terlewat berbagai pengumuman. Colekan teman selalu menjadi andalan. Tapi WAJIB menanyakan sumber asli formulir tersebut yang PASTI ADA. Misalnya si D yang mencolek. Dari D kita tahu kalau itu dicopas dari akun facebook C. Kalau kita tahu C ini bukan agensi dan bukan karyawan brand, kita WAJIB tanya, darimana C ini mendapatkan form tersebut. Sampai akhirnya kita menemukan bahwa brand A lah yang merelease-nya di forum milik brand tersebut. Barulah kita mendaftar.

2. PASTIKAN SIAPA PIC (Person In Charge)
Sekarang banyak blogger yang menjadi koordinator blogger atau kepanjangan tangan dari brand. Itu tidak masalah. Yang masalah adalah jika ternyata blogger tersebut hanya mencopas untuk share ke teman-teman dan kita buru-buru berasumsi bahwa yang bersangkutan adalah koordinator blogger, padahal belum tentu dia tahu sumber asli form tersebut. Tanyakan saja apakah dia koordinator blogger atau sekedar share? Jika dia koordinator blogger maka dia tidak hanya berkewajiban mengumpulkan data pribadi kita tapi sekaligus menjaga agar data pribadi kita benar-benar diserahkan ke brand yang dimaksud.

3. TUJUAN PENGUMPULAN DATA PRIBADI HARUS SPESIFIK
Seperti pembukaan diatas, mata jangan langsung ijo melihat kata job review dan gercep mengisi formulir. Ada nggak disitu nama agensi atau brand atau penyelenggara yang akan menggunakan jasa blogger? Ada nggak di formulir tersebut keterangan acara, tanggal dan tempatnya? Kadang kita kesal melihat ada teman blogger yang tanya detil banget tentang maksud formulir tersebut. Padahal justru itu yang benar. Nggak boleh kita bilang, "Isi aja keles, kebanyakan tanya! Kalau nggak mau ya udah."

4. PEMBATASAN PENGGUNAAN DATA
Bagusnya sih tanpa diminta agensi dan brand memberikan disclosure yang jelas seperti yang diberikan blog ini, yang sekaligus sebagai jaminan keamanan data. Jadi blogger tahu sampai dimana data pribadinya dipergunakan. Apakah setelah event data tersebut dimusnahkan kalau disimpan? Kalau disimpan oleh siapa dan untuk keperluan apa? Ketiadaan disclosure menyebabkan penanganan data pribadi yang sembrono. Mungkin teman-teman masih ingat penipuan undian berhadiah yang menggunakan kupon asli kita? Itu karena penyelenggara kuis main buang sembarangan kupon tersebut yang kemudian dikorek-korek di penipu untuk dijadikan bahan penipuan. Di dunia maya yang minim penggunaan kupon atau formulir fisik bisa saja terjadi. Sayangnya, saya belum pernah melihat ada disclosure seperti itu. Semoga nantinya ada keinginan baik dari pemilik google forms yang kita isi tersebut untuk melindungi dan MENJAMIN keamanan kita.

5. PERHATIKAN HUBUNGAN ISI DAN TUJUAN
Mungkin teman-teman pernah mengernyit mikir, event gathering kok ditanya tanggal lahir segala? Memang sih bukan berarti itu penipuan, karena nyatanya gathering tersebut benar-benar diadakan dan makan enak, dapat goodie bag pula. Tapi itu juga berarti bahwa kita juga dijadikan target marketing si pengundang. Entah nantinya tiba-tiba email kita banjir penawaran produk perbankan, e-commerce dan sebagainya. 

6. JAGA KEAMANAN GADGET
Kejahatan carder dan kejahatan internet lainnya saat ini makin sering terjadi dan dilakukan oleh anak-anak yang makin muda usia. Jadi waspadai beredarnya data pribadi kita di internet gara-gara mengisi formulir. Lakukan langkah-langkah dibawah ini:
  • Matikan auto fill. Itu lo, yang tanpa mengetik komplit tapi langsung muncul begitu kita mengetik huruf pertama, karena sebelumnya pernah mengisi formulir lain dengan keterangan yang sama, misalnya alamat email. Cara mematikannya melalui setting browser.
  • Matikan auto password. Nggak hanya untuk formulir sih, tapi juga untuk semua login internet. Selain mematikan auto password, juga jangan pernah centang keep login.
  • Log out dari google setelah selesai jika formulir mewajibkan login. Biasanya sih tidak, tapi jaga-jaga aja kalau ada.
  • Clean cache dan clean memory.
Blogger adalah hobi atau profesi yang paling rentan di internet, karena semua dilakukan di dunia maya. Kisah pribadi dan data pribadi blogger dengan mudah ditemukan di internet. Jadi, blogger harus lebih berhati-hati dibandingkan dengan orang lain. Aplikasi seperti google forms dibuat untuk mempermudah pekerjaan blogger tapi keamanannya tergantung pada blogger sendiri.

132 comments:

  1. Mba artikelnya bagus sekali, membuat kita semakin aware dan bermanfaat buat semua orang yang aktif di sosmed.

    ReplyDelete
  2. Terimakasih mba. Udah diingatkan. Sy biasanya suka isi sembarangan aja gak mikir sejauh itu. Apalagi klo kuis kuis gitu

    ReplyDelete
  3. Noted to my self. Saya pernah nemuin form yg bahkan ga jelas tujuannya untuk apa. Tapi dishare oleh blogger penting nan senior nan profesional. Itu aja mengandung kecurigaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, ini! Seringkali kita sudah silau dg figur seseorang hingga lupa utk waspada.

      Delete
  4. thank u sharingnya mak...tadinya auto fill tau auto pasword biar gampang karena banyak aun medsos suka lupa, mana pasword ini mana pasword itu tapi ternyata bahaya ya...jdi yang aman yang konvensional, tulis tiap pasword akun medsos di note dan tempel di meja lapi heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku juga suka gitu, tapi takutnya kalau gadget dicuri juga sih

      Delete
  5. Wah makasih peringatannya Mak. Saya sering ngisi tanpa mikir.

    ReplyDelete
  6. Huaaa ... Ngeri juga, ya.

    Terimakasih sudah mengingatkan ^^

    ReplyDelete
  7. Mbaaak... Makasiiih artikelnya. Mengingatkan sy banget nih. Saya suka isi aja. Ga mikir panjang -_-

    ReplyDelete
  8. Makasih Mak Lusi, saya nggak membayangkan sebelumnya jika akibatnya sebegini jauuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Internet itu sangat terbuka, harus berpikir jauh apapun itu.

      Delete
  9. Setuju mba lusi, aku termasuk yang jarang ngisi makannya jarang nulis job review hohoho... Aku ngisi kalau jelas aja ada nama brand dan kira2 aq tertarik aja, pemilih sih sbenarnya tapi gpplah drpd asal ngisi yg ga jelas tujuannya hehehe... Makasih infonya mba lusi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang harus pilah pilih supaya tampilan konten blog nggak ancur juga :))

      Delete
  10. Saya malah ngk pernh kepikiran begini mbak, makasih atas pencerahannya :)

    ReplyDelete
  11. Wuaaa...aku termasuk yang mata ijo kalo ada yang share google form, ga pake mikir langsung isi-isi data aja..

    ReplyDelete
  12. baru kemarin tergoda ngisi google doc job review. tapi ga jadi karna ga kenal sama orangnya. makasih sharenya mak :*

    ReplyDelete
  13. Serem ya mb kalo ternyata jebakan hoho
    Kudu waspada ni

    ReplyDelete
  14. Selaluuuuu cerdas! TFS mbak. Aku yermasuk yg jarang ngisi begituan.

    ReplyDelete
  15. Terimakasih Mbak remindernya. Supaya tetap hati2.

    ReplyDelete
  16. Iya mbak. Aku juga cek2 dulu form yang disebar. Syukur deh gak semua form aku isi. Hehehe

    ReplyDelete
  17. Wah saya banget nih. Kadang yg ngisi baru satu huruf langsung muncul malah saya anggap memudahkan e=(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hati2 kalau gadget jatuh ke tangan orang lain lo

      Delete
  18. Iya, kadang mikir kalo ngisi Google form gitu, apalagi pernah juga ngisi yg form-nya polos banget. Ini dari siapa trus suruh ngapain enggak jelas... padahal yang nge-share ya blogger terkenal gitu.
    Makasih banget ya Mbak, pencerahannya :)

    ReplyDelete
  19. Waduuh iya mbaa, kadang kita terlena dengan form job review tanpa cek dan ricek dulu

    ReplyDelete
  20. Waah, baru tau nih Mbak, jadi ngerasa warning, tapi belakangan aku jarang banget isi GForm, orang-orang jadi tertarik pakai Typeform, lebih eye catching 😀😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Okey, belum pernah ngisi yg typeform :))

      Delete
  21. Saya jarang ngisi tapi hal yang seperti ini tidak saya pikirkan mak. Cuma ga pingin isi aja tapi setelah tahu begini harus hati2 ya

    TFS mak Lusi

    ReplyDelete
  22. Mantep nih... Siap mba, makasih :)

    ReplyDelete
  23. Ya ampun, kemarin-kemarin Saya jaga main isi saja data Google form yang disodorkan karena job review. Terima kasih Mbak Lusi. Lain kali akan lebih berhati-hati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ditelusuri dulu penanggungjawabnya ya mbak :)

      Delete
  24. Makasih Mak. Saya banget nih yang seneng ngisi gitu"an. Ternyata harus ttep waspada ya.

    ReplyDelete
  25. Wah..ternyata begitu yaa.. Seram.. :(

    ReplyDelete
  26. Aduh, aku suka banget auto fill mbak biar ga ribet. Tapi tak imbangi lumayan sering clean cache lebih tepatnya sih clear data. Soalnya bebersih gadget plus nambah memori. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Auto fill takutnya kalau pas hp ilang :)

      Delete
  27. wah...sesekali aku suka ngisi juga form dari google.. Ntar kalo ada lagi aku ogah ahh ngisi takut kena spam..

    ReplyDelete
  28. Informasinya bermanfaat banget mba... makasih sudah mengingatkan.

    ReplyDelete
  29. Makasih sudah diingetin Mak Lusi. Aku masih sering lupa clear cache nih abis ngisi GForm :((

    ReplyDelete
  30. Setelah baca postingan Mbak yang INI, besok lagi nggak mau asal-asalan isi ah. Terima kasih, Mbak.

    ReplyDelete
  31. Babar blas ga kepikiran mak lus, meski sering dihubungi asuransi, selama ini mikirnya mereka dapat data dari bank,padahal pola isi data dengan google forms juga bisa ya.
    Kalau yang bagian ada tanda lahir, pernah bingung, ngapain pakai tanggal lahir, tapi ya tetep isi.

    ReplyDelete
  32. Wahh.. Aku biasanya matikan auto pasword tp gak matikan autofill..hiks.. Kudu rajin2 clean cache nih..

    ReplyDelete
  33. harus lebih teliti. banyak hacker dan virus menanti

    ReplyDelete
  34. Thank you mak
    Makin aware nih

    ReplyDelete
  35. Waah baru ngeh lagi nih mak lus. Dulu awal2 suka agak "hati" belakangan sejak banyak beredar gorm sejenis malah gak perhatikan ini itu..langsung isi2aja.
    Makasih sharingnya mak.

    ReplyDelete
  36. Aku uda merasa aneh kalo data yg diisi sampai menanyakan ibu kandung, pernah sekali trus nggak aku lanjutin. Aneh banget kan, mskpn paham brand dan agensinya siapa tapi kalo sampe data Ibu Kandung kok berlebihan pake banget.
    Tfs mba Lusi, jadi makin aware sekarang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nama ibu kandung itu biasanya untuk membajak credit card.

      Delete
  37. Sip, sip. ternyata bahaya juga ya, mak. Matur nuwun sudah diingatkan

    ReplyDelete
  38. Iya juga yaam aduh harus lbh hati2 neh

    ReplyDelete
  39. Aku jarang ngisi Maklus, soalnya biasanya kolom alexa yg disediakan hanya 6 digit. Sedangkan aku berdigit digit, hahahhaa..Jadi bekal deh untuk berhati2. Makasih Maklus :*

    ReplyDelete
  40. mungkin krn kerja di bank, dan terbiasa ama ketatnya aturan di kantorku yg ga ngizinin apapun yg berkaitan ama data2 pribadi dan nasabah tersebar gitu aja, aku jg lbh hati2 jadinya.. biasanya segala macam form yg mengharuskan kita utk mengisi, kalo aku memang ga yakin tau dari siapa, ya ga akan kuisi ;) .. udh berhati2 bgt kayak gitu aja, ttp kok mba, kdg data2 kita bisa tersebar juga nth gmn caranya -__-..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya orang bank teliti banget. Nulis dong ttg apa saja data pribadi yg tak boleh di share sembarangan & apa akibatnya. Request serius ini.

      Delete
  41. nice artikel, jadi kita sebagai blogger bisa lebih aware dan hati-hati kedepannya heheh :)

    ReplyDelete
  42. Waa.. bagus ini, reminder buat saya.. terima kasih ya..

    ReplyDelete
  43. wa,harus lebih hati2 ya..makasih mak^^

    ReplyDelete
  44. makasih sharingnya mbak.
    Saya alhamdulillah gak sembarangan ngisi google form. Yang jelas-jelas aja.

    ReplyDelete
  45. wah, selama ini nggak kepikiran bisa berakibat sejauh itu. Sereeem..
    Makasih ya Mak, jadi waspada nih..

    ReplyDelete
  46. Bener banget Mak,kudu tetep waspada yaa, hiks waspadaaa kejahatan dimenong menong bo :D

    ReplyDelete
  47. Makasih mbak info dan masukannya... Berguna banget.

    ReplyDelete
  48. betul ini Mbak Lus.. memang yang "sudah lama" itu mencurigakan

    ReplyDelete
  49. TFS mak Lusi.. Dulu saya termasuk yg pelit, tapi baru2 ini ada ngisi form yg kurang jelas. Rasanya ceroboh sekali. :( skali lagi tfs ya mak, udah mengingatkan utk lebih hati2 lg ngisi form...

    ReplyDelete
  50. Makasih mbak Lus udah diingatkan, aku biasanya isi sembarangan...

    ReplyDelete
  51. Ahh.. ini banget.. beberapa hari yang lalu sempat mempertanyakan tentang Google Form yang disebar, walaupun sebelumnya sempat kepoin akunnya dulu sih.. looks lika a good person, setelah bertanya dan dijawab kemudian mengisi (formatnya sih cukup umum) dan mencolek.. Semoga sih bener ya tuh GF-nya..

    Harus lebih hati-hati nih..
    TFS ya Mak :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih memang bertanya dulu sebelum mengisi.

      Delete
  52. Waktu itu ada form yg nyuruh nyantumin no hape...dan dr oknum gajelas. Akhirnya ga kuisi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak usah, enak aja minta data kita lengkap tp dia sendiri samar2

      Delete
  53. huwaaa... bener juga ya.. makasih infonya ya mba :)

    ReplyDelete
  54. Aih, ini artikel bener2 bermanfaat, Mak. Berasa diingatkan kembali, agar tak gercep begitu ada yang nyodorin google doc form dengan embel2 JR. Hehe. Thanks for reminding, Mba Lus!

    ReplyDelete
  55. Jadi harus lebih hati-hati ya. Makasih sudah diingatkan :).

    ReplyDelete
  56. Waduuh, beberapa waktu yang lalu ada yang nyodorin formnya, langsung saya isi deh. Dan sekarang ada lagi yang nyodorin, tapi untungnya mampir dulu di sini. Jadi harus lebih hati-hati, nih! Makasih sharingnya Mak Lusi :)

    ReplyDelete
  57. wahh saya sering banget langsung sembarangan ngisi
    makasih mbah dah diingatkan

    ReplyDelete
  58. Duh..serem banget ya mak. Kemarin emang sempat mikir gini sih. Rasanya kok cepat banget ngerespon setiap kali ada permintaan isi form. Padahal di sana belum jelas kerja samanya seperti apa dan detail lainnya.

    Semoga besok bisa lebih teliti dulu deh sebelum ngisi form.

    ReplyDelete
  59. Makasih remindernya, Mak..

    Fyuuh.. Sempat beberapa kali enjooy aja ngisi googleform tanpa cekiceki jauh. Semoga aman.. Lain kali kudu lebih hati2

    ReplyDelete
  60. Jlebbbb...merasa kesindir nih mak tapi bermanfaat banget. Harus selektif ah engkau google form hehhe. Thanks mak Lus ^^

    ReplyDelete
  61. makasih sudah diingatkan Mba Lusi :)
    setelah membaca tulisan ini sepertinya saya harus lebih berhati-hati..

    ReplyDelete
  62. setuju mba, kita kudu waspada cek and ricek sebelum mengisi data pribadi secara online

    ReplyDelete
  63. klo sudah begini, kudu hati2 betul ya mak
    klo gak data2 penting bisa bocor & disalah gunakan

    ReplyDelete
  64. Bagus mbk artikelnya,,, mudah mudahan bisa belajar nanti kalau raul heheh

    ReplyDelete
  65. Artikel yg sangat bermanfaat utk para blogger agar lebih hati2... tega nian mrk2 yg menggunakan data orang lain utk kepentingan pribadi...

    ReplyDelete
  66. maaf kalau sudah terlanjur isi data pada google form, apa yang sebaiknya kita lakukan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah gimana ya? Mungkin bisa ditanyakan ke orang yang menyodorkan form tersebut padamu, apa yg ingin dirimu lakukan terhadap form tersebut.

      Delete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.