Thursday, December 01, 2016

[Mesin Jahit 2] Unboxing Janome L-395F Dan Cara Memulainya

Mesin Jahit Janome L-395F ini adalah mesin jahit beneran pertama saya.



Sebelumnya sudah baca kan tentang mesin jahit listrik mini saya?

Ini bukan postingan berbayar ya. Saya sudah pengin banget punya mesin jahit sejak 10 tahun lalu. What? Lama amat ya? Kebanyakan mikir bu? Enggak juga. Karena saya sering pindah rumah jadi sulit punya macam-macam barang. Selain biaya mobilisasinya harus ditekan, juga biar nggak capek packing aja. Setelah berdiam agak lama begini jadi kepikiran lagi punya mesin jahit.
Tadinya sudah saya selingi membeli mesin jahit mini tadi. Tapi ternyata hasilnya kurang mantap sehingga saya males belajar. Saya googling kesana kemari dan membandingkan beberapa merk. Hasilnya, saya pusing! Mesin jahit sekarang bagus-bagus. Sedangkan saya yang tak paham jahit-menjahit sampai lelah menelusuri.

Hanya saja ada yang paling saya ingat dari review teman blogger sendiri, yaitu carilah yang body-nya masih besi karena lebih mantap untuk menjahit dan suaranya tidak berisik. Merk yang banyak direkomendasikan adalah Janome. Dari design sih sebenarnya tidak secantik mesin jahit listrik portable merk lainnya. 
Meski demikian, saya baru mantap beli setelah bergabung dengan komunitas Jaric (Jogja Fabric Club). Komunitas ini unik karena memiliki sisterhood dengan komunitas craft lainnya. Agak berbeda dengan komunitas blogger, rata-rata komunitas craft itu cenderung nggak banyak drama karena yang dibahas bukan soal pergaulan, job dan semacamnya, melainkan tentang tutorial, dimana beli peralatan dan bahan, serta bagaimana meningkatkannya menjadi bernilai ekonomi. Jadi pembelian mesin jahit ini difasilitasi oleh Jaric dengan harga diatas 2 juta rupiah. Persisnya japri saya kalau pengin tahu. Heheheee....

Berdasarkan saran dari teman-teman Jaric, akhirnya saya mengambil Janome L395F. Bentuknya sedikit jadul dengan dinamo diluar. Mesin jahit buatan Perancis ini semi portable atau tidak sepenuhnya portable, dimana bagian bobin dan kawan-kawannya berada dibawah meja tapi masih bisa dilepas dan dibawa pergi. Teknisnya jika dilepas dari meja saya kurang tahu karena ketika saya jemput, semua sudah disetting rapi. Jadi tinggal masukkan ke bagasi gerobak saya dan bawa pulang. Meski bodynya besi, ini ringan kok. Saya bisa angkat sendiri semejanya.

Setelah sampai dirumah dengan noraknya saya takut membuka, takut rusak dan sebagainya. Ndilalah saya punya banyak kegiatan (baca: alasan) untuk menunda membongkarnya. Sampai 2 minggu kemudian barulah saya pelan-pelan membuka plastiknya dan mencari pernik lainnya didalam kardus. Tidak ada keterangan apa saja yang seharusnya melengkapi mesin jahit ini.

Didalam kardus Janome L-395F saya temukan:

  • pendedel
  • jarum 1 pak
  • bobin transparan 4 buah
  • buletan merah (belum tahu ini apaan)
  • obeng kecil (nanti di tutorial saya terangkan kegunaannya)
  • minyak
  • pedal dan kabelnya
Jadi sistem pengoperasiannya menggunakan listrik yang dikendalikan dengan pedal. Beda dengan pedal genjot Butterfly jadul, pedal Janome cuma ditekan saja sedikit dengan kaki.

Yang saya sukai dari Janome L-395F adalah
  1. Tertanam di meja sehingga kain bisa saya hamparkan lebar ketika menjahit, nggak menggantung.
  2. Bodynya besi sehingga suaranya halus dan jahitannya mantap. Kalau orangtua bilang pamali menjahit malam-malam. Tapi dengan mesin ini tidak ada suara ejek-ejek yang mengganggu, jadi penginnya menjahit terus kapanpun mau.
  3. Penempatan benangnya mudah, tinggal puter-puter mengikuti petunjuk di buku.
  4. NEEDLE THREADER inilah yang membuat saya asli terharu. Ini adalah fitur untuk memasukkan benang. Nggak perlu ngincer atau pakai alat tambahan. Tinggal turunkan knop, maka benang masuk sendiri. Ajaib hihihiii.... Mungkin di mesin modern lain sudah ada ya, tapi saya baru sekali ini melihat.
  5. Ada lampunya. Iya, ini faktor pendukung nabrak pamali juga, bisa jahit malam-malam.
  6. Bisa jahit mundur untuk mematikan benang.
  7. Ada pemotong kain jika sudah selesai, nggak perlu gunting lagi.
  8. Ada pilihan jenis jahitan sederhana tapi sangat membantu, misalnya untuk menjahit pinggiran pengganti obras. Meskipun tetap lebih mantap obras, tapi lumayanlah buat keperluan sendiri. Juga ada jahitan untuk pinggiran kancing. Asik kan, satu mesin sudah mengatasi semua kebutuhan jahitan standar.

Meja penjahit sekarang mah bersih, nggak kebanyakan alat bantu.



Lalu, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menguasai mesin jahit ini? Kalau untuk asal bisa jalan, 15 menit sudah bisa. Tapi buat yang nggak bisa bahasa Inggris, mungkin agak lama, setengah jam lah. Bahasa Inggrisnya nggak susah, ikuti gambarnya saja. Kalau masih bingung juga, cari di google dengan keyword Janome threading. Tinggal pilih video yang paling jelas. Meski serinya beda, tapi prinsipnya sama saja kok.

Urutan yang harus disiapkan ketika memulai belajar menguasai mesin jahit Janone L-395F:

  1. Buka buku petunjuk, letakkan didepan kita.
  2. Buka youtube untuk pendukung jika belum jelas.
  3. Pastikan pakai benang baru. Benang lama yang mudah putus akan membuat kita bingung karena nyangkut di bobin padahal pelajaran belum sampai kesana. Kalau sudah sampai pelajaran tersebut, gampang saja sih melepas benang yang nyangkut. Gunakan benang yang bagus, misalnya Astra atau Extra, atau minta rekomendasi toko benang.
  4. Pelajari cara menggulung benang di bobin. Berhubung saya sudah punya sisa mesin jahit mini, jadi saya bisa langsung ke next step.
  5. Pelajari cara memasukkan bobin.
  6. Pelajari cara mengurut benang. Mengurut benang ini mudah ya. Kalau dirimu kesulitan sampai ngincer lubang segala, berarti salah urutan benangnya.
  7. Siapkan kain. Pilih kain biasa, jangan terlalu licin, jangan terlalu tebal, karena akan mencoba yang standar dulu.
  8. Colokkan kabel.
  9. Posisikan kaki diatas pedal dengan santai.
  10. Mulai menjahit sesuai petunjuk buku. Didalam buku ada petunjuk ke angka berapa saja knop harus diputar sesuai dengan jenis jahitannya.
Nah, segitu dulu. Sebenarnya pengin membuat video tutorialnya semua, tapi berhubung ponsel rusak dan software editing belum kompatibel, harus menunggu dulu. Semoga tak lama.
Saya cuma mau bilang, sekali dirimu mencoba, susah untuk berhenti. Pengin mencoba macam-macam jahitan seperti sarung bantal, pouch, tote bag, dan sebagainya.

38 comments:

  1. Hai mba. Aku belum pernah tuh pakai mesin jahit. Pernah beli yang sederhana tapi belum dipakai hingga kini. Tapi skarang jadi penasaran pengen coba mesin jahit listrik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah kok disimpen aja. Ayo mbak dicoba :))

      Delete
  2. Wah mamaku masih njait sampe sekarang dan pake mesin singer dari zaman doi gadis. Aku pengen belikan mesin jahit yang bagus, yang pakai listri kayak gini deh Mbak :')

    ReplyDelete
  3. nah ini, waduh aku tuh pengen gabung komunitas begituan. yg kutau banyak ya di bandung. minta mahar mesin jahit aja gimana yak wkkwkw. atau seserahan gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaa buat mahar? Tapi mengapa tidak ya, kan bermanfaat banget.

      Delete
  4. Hehe, sampe sekarang belum beli mesin jahit, MakLus. Sempet kepincut mesin jahit mini seperti ini juga. Tapi masih mikir ntr kepake apa ndak. Niatnya masih ada. Realisasi masih nol. 😀

    ReplyDelete
  5. Aku punya mesin jahit janome jg tapi saat itu belinya online pdhl aku gak bisa jahitt
    ternyata saat dicoba sama tmn mesin jahitku rusak :(
    moga2 bisa diservis krn garansinya udah abis :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loh baru kok rusak? Diapain sama temannya? :))

      Delete
  6. pingin beliin yang kayak gini buat adekku sih...di rumah ada mesin jahit biasa dan dia laesannya berat makenya, pdhal bakatnya lumayan gambar2 baju njahit2 sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akupun heran, pengrajin rata2 pake yg genjot jaman dulu itu tapi bikin tas atau craft bagus2 hasilnya.

      Delete
  7. Padahal mamah saya itu pinter jahit. Waktu maish kecil, anak-anak perempuannya selalu pakai baju hasil jahitan mamah. Sampe sekarang pun masih buka usaha jahit kecil-kecilan. Tapi, gak menurun ke saya. Kalau saya cuma sebatas kepengen aja tapi gak bergerak juga. Sekarang lihat postingan ini bikin saya pengen punya mesih jahit lagi hahaha

    ReplyDelete
  8. ihhhh, mesin jahit sekarang canggih2 yaaa :D... aku taunya yg model butterfly itu doang mbak hihihihihi ;p... tapi blm ada niat mw beli dulu, lah wong basic jahit2ku bisa dibilang ceteknya kebangetan :D.. apalagi aku tipe ga sabar kalo utk urusan skil ketrampilan jahit2 begini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sih, nggak telaten kalau jelujur segala hahahaha

      Delete
  9. wah asik ya sudah punya mesin jahit mba.. dulu saya mendambakan istri bisa jahit tapi skarang istri sy seorang pendidik..tp pgngnya jualan baju dpt jahitan sndiri hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dibelikan mesinnya dulu pak, siapa tahu pas dirumah trus nyoba njahit

      Delete
  10. Mbak lama tak berkunjung tampilan blognya agak berbeda lebih friendly halah. Aku juga pengin bisa menjahit mbak mau beli yang 1,5 juta itu gak tau lupa merk apa tp blm jadi2, baca ini jadi pikir2 lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo mbak, apa kabar? Aku sering ganti template lo, bosenan sih.

      Delete
  11. Kalau dirasa-rasa pengen punya mesin jahit begini. Bentuknya kecil dan gak makan tempat. bisa dipakai jahit-jahit yang bisa dijahit. Tapi kalau beli takut gak kepakai..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya harusnya beli aja, jangan kebanyakan dirasa

      Delete
  12. Hai mbak salam kenal.. Bolehkah bertanya.. Ini belinya uda include meja atau terpisah ya? Salfok sama mejanya, enak udah ada meterannya jg soalnya hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sudah sama mejanya. Dipasangin sama tokonya tinggal angkat ke mobil. Ringan kok ini, saya angkat sendiri bisa

      Delete
    2. beli dimana mbak jogjanya? sy jg di jogja. bisikin totalan harga mesin jahit+mejanya dong mbak, hehehe

      Delete
    3. Di Singer AM Sangaji ada mbak, aku pernah tanya sekitar 2,1jt. Tapi itu udah lama. Nggak tau sekarang ya. Kalau yg ini beli barengan.

      Delete
  13. Mba lusi, ada rekomendasi type laen dari janome yg sama atau lebih bagus n bandel?

    Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya semua merk ada kurang lebihnya mbak. Saya nggak terlalu paham juga. Tapi aku suka ini karena bodynya masih besi,lbh mantap aja. Tapi kalau untuk dibawa-bawa workshop ya lbh berat.

      Delete
  14. Hai mb.... Ada berapa jenis model jahitan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh berapa ya mbak? Kalau untuk perubahan polanya ada 10 tapi kalau dikombinasi lagi saya belum tahu, belum menjajal semua. Baru pakai yang standar2 aja hehehee. Nanti saya sempatkan nyoba ya mbak dan akan saya posting tersendiri biar sekalian buat catatan saya.

      Delete
  15. kak, mau gabung komunitas Jaric gmn caranya? beli janome kmrn brp kak> udah sekalian sm mejanya ya itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak, sudah saya jawab via email ya. Semoga membantu :))

      Delete
  16. Kalau beli mesin janome di Jogja dmn ya kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak kok. Tapi yg sudah pernah aku lihat2 di Jl AM Sangaji, seberang Papa Rons. Namanya tokonya nggak tahu tapi ada plang Singer. Jualannya nggak cuma Singer padahal. Selain Janome, dia juga jual macam2 spare part. Tokonya rame terus.

      Delete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.