Perlu Nggak Bayar Iklan untuk Blog dan Media Sosial? Ini Jawaban Realistisnya

iklan untuk blog
Iklan untuk blog. Foto: pexels.com/CedricFauntleroy.


Bayar iklan untuk blog atau akun media sosial sekarang bukan hal aneh lagi. Mulai dari online shop, brand besar, blogger, content creator hingga yayasan nirlaba sudah memanfaatkan iklan digital seperti Google Ads, Facebook Ads, Instagram Ads, hingga TikTok Ads.

Tapi pertanyaannya: Apakah benar kita perlu bayar iklan blog untuk berkembang? Atau cukup mengandalkan organik saja? Artikel ini akan membahas secara jujur dan realistis.

Siapa Saja yang Biasanya Menggunakan Iklan?

Kalau dulu iklan identik dengan online shop, sekarang penggunaan iklan sudah jauh lebih luas, termasuk iklan donasi kemanusiaan.

Beberapa pihak yang aktif menggunakan iklan, antara lain:

  • Bisnis dan brand untuk penjualan dan awareness.
  • Blogger dan content creator untuk meningkatkan traffic and engagement.
  • Freelancer dan jasa untuk cari klien.
  • Personal branding untuk dikenal lebih luas.
  • Lembaga filantropi untuk mengumpulkan dana masyarakat.
Selain daftar di atas masih banyak lagi. Sekarang bahkan orang biasa pun mulai pasang iklan untuk mempercepat pertumbuhan blog mereka.

Kenapa Banyak Orang Mulai Beriklan?

Alasan utama orang perlu iklan untuk blog adalah kecepatan. 

Berikut ini adalah perbedaan antara blog yang mengandalkan kunjungan yang organik dan dibantu iklan.


Blog yang mengandalkan kunjungan organik:

  • Butuh waktu lama untuk meningkatkan traffic.
  • Harus konsisten membuat konten dan menyebarkannya.
  • Bergantung algoritma media yang dijadikan tempat untuk menyebarkan konten.
Blog yang mengandalkan iklan:
  • Bisa langsung menjangkau target audience.
  • Bisa diukur (reach, klik, conversion) untuk mengetahui keberhasilan penyebaran sebuah konten, promo atau awareness.
  • Bisa disesuaikan dengan bujet.

Apakah Bayar Iklan Itu Curang?

Sebenarnya, pertentangan batin tentang ads vs organic tidak perlu terjadi lagi. Iklan dianggap curang merupakan mindset lama yang masih sering muncul.

Padahal yang terjadi jika iklan digunakan adalah:

  • Iklan merupakan strategi marketing
  • Iklan mengandalkan kreativitas, bukan manipulasi.
  • Iklan tidak memaksa orang klik.
Yang termasuk curang dan bermasalah, antara lain:
  • Beli followers palsu.
  • Fake engagement.
Iklan yang benar tetap bergantung pada:
  • Kualitas konten yang mampu menarik perhatian audiens.
  • Relevansi dengan target audiens.
Dengan demikian, iklan bukan jalan pintas curang, melainkan alat percepatan.

Platform Iklan yang Paling Umum (Update 2026)

Sekarang, pilihan platform atau iklan media sosial yang bisa digunakan jauh lebih banyak, antara lain:

  • Instagram dan Facebook Ads: masih kuat untuk branding dan jualan.
  • TikTok Ads: cepat viral, cocok untuk reach besar.
  • Google Ads: kuat untuk search intent (orang yang sudah butuh).
  • YouTube Ads: cocok untuk storytelling dan edukasi.
Setiap platform punya karakter berbeda sehingga pemilihannya harus disesuaikan dengan kebutuhan.

Kapan Blogger atau Creator Perlu Beriklan?

Tidak semua blogger harus beriklan. Ada saatnya iklan dibutuhkan, yaitu ketika:

1. Ada Target Tertentu

Misalnya, page view untuk job review atau campaign dari klien.

2. Ingin Mempercepat Growth

Misalnya, blog baru atau akun baru.

3. Merespon Monetisasi yang Sudah Jelas

Misalnya ketika sudah ada endorsement, affiliate atau produk sendiri.

Dengan demikian, iklan bisa menjadi investasi, bukan biaya.

Hal Penting Sebelum Memasang Iklan

Berikut ini adalah hal-hal krusial yang harus diperhatikan sebelum memasang iklan:

1. Pahami Target Audiens

Iklan yang bagus itu bukan hanya yang viral, tapi yang tepat sasaran sesuai dengan tujuannya. Jika tujuannya pembelian maka tidak ada gunanya viral tanpa dapat dikonversi ke pembelian.

2. Gunakan Kalimat yang Natural

Hard selling sering di-skip karena orang lebih ingin melihat relasinya dengan kehidupan atau kebutuhan mereka dibandingkan dengan hanya membaca keunggulan-keunggulan produk yang diiklankan. Soft selling lebih efektif dengan narasi yang mendukung kebutuhan target audiens.

3. Pilih Waktu yang Tepat

Tiap platform memiliki alogaritma dan ciri khas yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa contoh waktu yang tepat untuk beriklan:

  • Instagram: jam ramai.
  • TikTok: jam santai/hiburan.
  • Google: tergantung keyword.

4. Konten Tetap Nomor Satu

Iklan hanya membantu distribusi informasi yang akan disampaikan. Kalau kontennya jelek, hasilnya tetap zonk. Jadi, kualitas konten tetap yang utama.

Jadi, Perlu Nggak Beriklan?

Jawabannya, tergantung tujuan blogger yang bersangkutan, antara lain:

  • Kalau hanya hobi, maka tidak wajib beriklan.
  • Kalau ingin berkembang cepat, maka iklan akan sangat membantu.
  • Kalau sudah monetisasi, maka beriklan menjadi hampir wajib.
Yang paling penting, pilih cara yang membuat teman-teman nyaman dan konsisten. Pada akhirnya, blog dan media sosial bukan cuma soal angka, tapi juga bagian dari kehidupan blogger sehari-hari.

Penutup

Jadi teman-teman pilih yang mana?

  • grow organic pelan tapi stabil
  • atau pakai iklan untuk percepatan?

21 comments for "Perlu Nggak Bayar Iklan untuk Blog dan Media Sosial? Ini Jawaban Realistisnya"

Nodiwa March 11, 2017 at 5:07 AM Delete Comment
Blog saya belum ada iklannya, hehe. Menjaga konsisten menulis itu lebih penting bagiku. Aku percaya, suatu saat, tulisanku akan menemui takdirnya sendiri :)
Tian Lustiana March 11, 2017 at 2:33 PM Delete Comment
Saya juga blm ada iklannya haha, saya cuman nulis aja deh.
beyourselfwoman March 12, 2017 at 10:31 AM Delete Comment
Blogku juga belum. Heheee
beyourselfwoman March 12, 2017 at 10:31 AM Delete Comment
Sama :))
Indah Nuria Savitri March 12, 2017 at 9:42 PM Delete Comment
kalau diperlukan baru deh beriklan :)..sementara yang gratis-gratis aja dulu :)
inayah March 14, 2017 at 7:07 AM Delete Comment
belakangan aku lihat iklan temen blogger juga di instagram
Dewi Rieka March 14, 2017 at 1:45 PM Delete Comment
Wah Mungkin bisa dicoba untuk job review yang butuh syarat viewer di GA ya mba..
Sriyono Suke March 14, 2017 at 3:04 PM Delete Comment
Sepertinya perlu traffic lebih tinggi apa yaaa... dengan traffic yang sama dulu mudah jualan iklan, sekarang lebih sulit. Mungkin karena makin banyaknya kanal untuk mencari informasi :)
Jagawana Kimi March 16, 2017 at 9:03 AM Delete Comment
Aku belum pernah pasang iklan buat mempromosikan blogku. Malah aku baru tahu ada yang beginian. Menarik sih, tapi aku belum minat untuk pasang iklan. 😀
Qudsi Falkhi March 16, 2017 at 7:38 PM Delete Comment
Sering banget adword kasih tawaran buat pasang iklan, sayangnya belum berani iklan. Nulisnya masih labil soalnya hehr
Anjar Sundari March 17, 2017 at 1:25 PM Delete Comment
Blog saya belum ada iklannya mbak Lusi, kalau ada malah ngisin-isini blog icik-icik gitu hihi..

"Di instagram, pencet-pencet love sambil scroll tanpa mikir" Ini sih saya banget mbak, hobynya ngelove tapi ga pernah posting hehe..
beyourselfwoman March 18, 2017 at 8:45 PM Delete Comment
Sama mbak gratisan masih bisa :)
beyourselfwoman March 18, 2017 at 8:45 PM Delete Comment
Iya sudah mulai serius keluar modal :)
beyourselfwoman March 18, 2017 at 8:46 PM Delete Comment
Kalau ada target & merupakan kewajiban juga, dicoba saja :)
beyourselfwoman March 18, 2017 at 8:59 PM Delete Comment
Iya kebutuhan traffic & persaingan
beyourselfwoman March 18, 2017 at 8:59 PM Delete Comment
Saya juga belum dek :)
beyourselfwoman March 18, 2017 at 8:59 PM Delete Comment
Sama heheee
beyourselfwoman March 18, 2017 at 9:00 PM Delete Comment
Aku juga pokoknya beruntung deh yg posting pas aku lagi lagi scroll, aku love semua hahaaa
lianny hendrawati April 1, 2017 at 5:16 PM Delete Comment
Aku belum pernah beriklan untuk blog, nggak punya akun jualan juga hehehe.
beyourselfwoman April 2, 2017 at 6:17 AM Delete Comment
Untuk blog pribadi aku jg nggak mbak :)
Tulisan Blogger Indonesia by Febriyan May 5, 2017 at 9:43 AM Delete Comment
Aku sih iklan mbak. Tapi lebih karena buat testing aja sih, sambil cek ombak hahaha. dan itu gak mudah sih.

Cuma saya sih mikir, memang ada target nih dari brand yg engage dengan kita. Terus kita pasang iklan - which is, otomatis mengurangi budget si brand utk pasang iklan sendiri kan ya? hehehe