DIY Membuat Triple Pocket Scissors Holder (Tempat Gunting)

Sunday, October 08, 2017

Hobi DIY (Do It Yourself) itu berarti akrab dengan senjata tajam berupa gunting, makanya perlu wadah seperti triple pocket scissors holder atau tempat gunting ini.



Tidak hanya satu, minimal harus punya 2 gunting, yaitu gunting kain dan gunting serbaguna. Gunting kain lebih mahal sehingga untuk menjaga ketajamannya, lebih baik tidak digunakan untuk bahan selain kain. Sebenarnya, tak semua kain harus dipotong dengan gunting khusus. Gunting serbaguna yang murah meriah juga bisa digunakan untuk memotong kain asal cukup tajam. Kalau tidak tajam, selain bisa melenceng dari garisnya, juga bisa membuat kain terurai alias mbrodhol.

Jaman dulu, gunting kain sering dijadikan hadiah dari para ibu ke anak perempuan atau menantunya, meski bukan penjahit. Merk yang ngehits dulu adalah Solingen dari Jerman, lengkap dengan box-nya yang eksklusif. Ibu saya dulu nggak ngasih sih karena mahal, nggak sanggup beli. Padahal ibu saya hobi menjahit. Saya cuma bisa iri saja dengan teman-teman yang menyimpannya bak benda wasiat. Iya, saking berharganya dari segi harga, tampilan dan romantisme ibu anak, gunting tersebut jarang dipakai. Yang hobi jahit biasanya akan beli gunting lain yang lebih murah untuk dipakai sehari-hari.

Sekarang, romantisme ibu anak yang melibatkan uang banyak sering dikaitkan dengan investasi atau bekal masa depan. Karena itu banyak yang lebih memilih perhiasan emas sebagai hadiah. Sepertinya belum pernah saya lihat teman-teman menghadiahkan gunting pada putri atau menantunya.

Saya sempat googling harga gunting Solingen sekarang yang dijual di online shop. Kok murah-murah banget ya? Asli nggak ya? Selain itu, banyak merk gunting lain yang asli dan lebih murah tapi fungsi dan kualitasnya tak kalah bagus. Saya sendiri pakai gunting buatan China dengan bahan baja. Tampilannya bulky dan bobotnya berat. Tapi tajamnya minta ampun. Teman-teman jahit saya selalu menghindar kalau saya sudah pegang gunting tersebut, kayak adegan film tentang orang yang lagi belajar menembak saja.

Selain gunting, dunia perjahitan sekarang juga diwarnai dengan rotary cutter yang umum digunakan oleh crafter luar negeri. Rotary cutter tak lengkap tanpa cutting mat, bukan? Saya punya cutting mat tapi cuma saya pakai untuk foto dan vlog. Saya lebih nyaman menggunakan gunting daripada rotary cutter. Jadi sebenarnya saya tak butuh cutting mat juga, tapi bagus buat action. Heheee....

Belakangan saya kadang ikut workshop untuk menambah ketrampilan. Masalahnya, saya gampang sekali membuat segala sesuatu berantakan. Meja workshop saya selalu paling messy dibanding peserta lain. Apa-apa yang ada di meja bisa saya senggol dan jatuh. Pelan-pelan peralatan yang selalu saya bawa ke workshop saya beri wadah agar lebih rapi. Tempat gunting ini menjadi prioritas karena takut jatuh ke kaki teman-teman.

Sebagai pemula, yang pertama saya lakukan adalah googling dan search tutorial di youtube. Sayangnya, bentuknya tidak seperti yang saya harapkan. Yang paling banyak muncul adalah dilipat seperti cone. Kalau seperti itu, hanya 1 gunting besar yang bisa tertampung, saku lainnya hanya muat gunting kecil dan cutter tipis. Model seperti itu juga tidak memiliki tutup atau stopper sehingga gunting tetap bisa meluncur keluar. 

Model lain ada yang hampir seperti yang saya inginkan tapi polanya tidak efektif. Tapi setelah melihat pola tersebut, saya jadi ingat tempat pisau para chef di TV. Para chef dengan gayanya membuka lipatan-lipatan pocket berisi pisau. Bagaimana jika pisau diganti gunting? 

Berhubung bentuk gunting yang meruncing, maka polanya harus menyesuaikan, yaitu membentuk potongan pie atau pizza. Hasil dari kombinasi pola yang saya lihat di sebuah blog asing dan tempat pisau chef saya wujudkan menjadi scissors holder idaman saya.

Rencananya saya akan membuat model tripple pocket untuk diisi gunting kain di bagian tengah, sedangkan kanan dan kirinya untuk gunting serbaguna dan cutter. Saya juga merencakan bahwa tiap pocket harus dipasang kancing agar gunting tidak bisa meluncur. Wadah tersebut juga harus dilipat agar ringkas. Agar ujung gunting yang runcing tidak bisa menembus kain, maka harus menggunakan pelapis.

Jadiii.... yuk kita buat.

Bahan:
2 lembar kain.
1 lembar busa corduroy. Kalau tidak mau menggunakan busa, maka kainnya harus lebih tebal dan kasar, misalnya kanvas yang kaku, agar ujung gunting yang runcing tidak bisa menembus dengan mudah.
3 pasang kancing ceklik (press stud) untuk didalam, bisa diganti dengan velcro (itu lo perekat yang kalau dibuka bunyi kretek).
2 buah kancing agak besar seadanya untuk diluar.
Tali elastik paling kecil.
Peralatan jahit.

2 lembar kain itu akan menjadi inner dan outer. Pilih motif yang teman-teman sukai untuk dijadikan outer atau bagian luarnya. Luar dalam sama juga tidak apa-apa. Posisikan landscape ya, karena akan dibuat setengah lingkaran diatasnya. Panjang jari-jari lingkaran adalah panjang gunting (gunakan gunting terpanjang sebagai patokan), ditambah 3 cm untuk meletakkan kancing ceklik, ditambah 2 cm untuk kampuh. Jadi total tambahannya 5 cm diluar panjang gunting.

Cara menumpuknya seperti foto dibawah ini. Permukaan kain yang bagus saling berhadapan (ralat). Busa berada dibawah kain inner. Yang biru jadi outer, yang putih jadi inner. Sedangkan permukaan busa yang halus menghadap keatas, agar bagian yang halus itu yang mengikat jahitan. Kalau permukaan busa yang kasar berada diluar, kadang benang jahit jadi ruwet.



Untuk membuat setengah lingkaran, pinjam saja jangka anak-anak. Saya punya jangka sendiri tapi tak sanggup menjangkau panjang gunting karena terlalu kecil. Jadi saya lipat tumpukan bahan tersebut menjadi 2 bagian. Lalu saya ukur menggunakan pita ukur dari titik tengah ke arah luar. Lakukan beberapa kali di sebelah-sebelahnya. Beri tanda titik tiap melakukannya, lalu hubungkan titik-titik tersebut. Jadilah garis 1/4 lingkaran. Kalau punya piring atau tutup toples yang menyamai panjang gunting, gunakan saja, lebih praktis. Setelah itu gunting mengikuti garis, lalu buka lipatan tersebut. Jadilah 1/2 lingkaran.

Garis 1/4 lingkaran


Dipotong dan dibuka jadi 1/2 lingkaran.
Langkah selanjutnya, jahit keliling, sisakan lubang 1 kepal untuk membalik kain. Kemudian balik tumpukan tersebut melalui sisa lubang tadi agar permukaan kain yang bagus berada diluar. Busa akan berada ditengah, diantara 2 kain.

Setelah itu, jahit tindas agar tampilannya lebih rapi seperti foto dibawah ini. Jangan lupa sekalian melewati sisa lubang tadi ya, agar tertutup. Rapikan dulu bagian lubang itu dengan bantuan jarum pentul.

jahit tindas

Berikutnya, lipat kembali menjadi 1/4 lingkaran dan jahit 2 sisi yang bertemu dengan outer dibagian luar. Lalu, jahit untuk membagi pocket. Tandai dulu seberapa lebar pocket yang diinginkan, bisa lebih atau kurang dari 3 pockets sesuai kebutuhan.



Kita sampai di bagian akhir ya. Pasang kancing ceklik atau velcro di masing-masing lubang. Untuk kancing ceklik, dijahit tangan saja. Untuk velcro bisa menggunakan lem tembak. Pasang kancing di bagian luar. Bentuk elastik seperti kait dan jahit dibagian bawah salah satu kancing. Supaya bagus, gunakan elastik warna. Kebetulan saya tidak punya. Sedangkan untuk kancing sebaiknya dijahit tangan saja, jangan ditempel dengan lem tembak agar lebih kuat.

Nah, selesai! Untuk teman-teman foodblogger bisa mengadopsi pola ini tapi tidak berbentuk potongan pie atau pizza seperti ini, melainkan persegi saja seperti milik para chef di TV.

Selamat mencoba!

You Might Also Like

14 comments

  1. Makin banyak varian DIY yang dihasilkan olehmu ya Mbak. Gunting pun butuh tempat tersendiri agar rapi dan berserakan (lupa naruhnya, spt yang sering kualami, kesana kemari nyariin gunting)

    ReplyDelete
  2. betul juga ya biar gak susah cari guntingnya, sudah ada tempatnya

    ReplyDelete
  3. mbak lusi idenya ada aja deh, skrg kl ikutan workshop jahit lagi pasti pd pengen deh buat seperti itu juga, aq gunting naruhnya masih di campur sm benang, dll-nya di dalam box.

    ReplyDelete
  4. Noted, cantik banget jadi nyimpen gunting juga aman

    ReplyDelete
  5. Nggak kepikiran aku mak kalau gunting juga perlu tempat. Mau banget apalagi kalau desainnya imut begitu. Thanks for sharing mak, suka dengan idenya yang sederhana dan gampang diaplikasikan...

    ReplyDelete
  6. Wah, menarik sekali jaid pengen jahit-jahit juga nih

    ReplyDelete
  7. aww manis banget tempat guntingnya. sukaa

    ReplyDelete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.