DIY Makeover Meja Makan Yang Mudah Untuk Persiapan Lebaran

Sunday, June 10, 2018

Beberapa hari lagi Lebaran, yuk masih sempat DIY makeover meja makan yang mudah banget untuk menikmati ketupat opor bersama keluarga dan teman-teman baik.

diy makeover meja makan


Masih ingat meja coklat bulukan yang saya cat putih? Meja tersebut kelihatan cakep banget difoto. Tapi ternyata meja putih kurang cocok untuk keluarga Indonesia sederhana seperti keluarga saya. Percikan sambal, kuah gulai atau es sirop mudah sekali terlihat. Sayangnya, waktu itu saya menggunakan cat water-based sehingga percikan tersebut menempel lebih lekat dan sulit dibersihkan.

Baca: Mengenal Cat Kayu Water-Based

Sebelumnya saya menggunakan taplak. Menutup meja makan dengan taplak itu menghadirkan suasana yang hangat. Hanya saja, sekali terkena kuah langsung membekas dan harus dicuci. Capek, kan? Terpaksa saya membeli taplak lagi untuk gantian. Meski begitu, lama-lama taplak tersebut kumuh juga karena bekas kuah tidak bisa hilang dengan dicuci biasa, harus menggunakan bahan tambahan seperti pemutih, soda atau sabun cuci piring. Repot banget deh.

Sempat pula mengganti dengan taplak berbahan plastik. Gampang banget membersihkannya. Tapi karena itu pula, taplak jadi awet, enggak perlu mencuci dan saya bosan. Hahahaaa....

Pernah juga terpikir untuk menutup taplak dengan kaca tebal. Tapi saya itu punya kecenderungan nyenggol atau menjatuhkan sesuatu, makanya saya menghindari jalan di lorong pecah belah di toko dan punya perabotan pecah belah dengan jumlah terbatas.

Terakhir sudah beli cat semprot transparan yang glossy untuk melapisi cat putih tersebut. Tapi kemudian baru sadar bahwa itu berarti saya harus menarik meja keluar supaya cat semprot tersebut tidak meracuni dan mengotori rumah saya yang mungil. Padahal seluruh anggota keluarga sedang banyak kegiatan di luar rumah, tidak bisa membantu saya. Saya sendiri sedang menjalani fisioterapi setiap hari di rumah sakit jadi nggak bisa beraktivitas terlalu berat.

Peringatan untuk teman-teman blogger dan penulis, banyakin olahraga. Kalau nggak sempat olahraga, setidaknya stretching tiap 1-2 jam sekali ketika mengetik supaya tidak mengalami ketegangan otot parah seperti saya. Saya mulai mengalaminya tahun lalu. Kalau sudah kambuh, saya harus datang ke rumah sakit untuk fisioterapi setiap hari selama minimal seminggu. Memang sih semua dibayar oleh asuransi. Ini juga peringatan ke teman-teman untuk mengurus asuransi kesehatan, baik BPJS ataupun swasta yang mengcover fisioterapi. Kalau tidak bekerja kantoran, uruslah secara mandiri.

makeover meja makan lama
Warna putih yang mulai kotor dan membosankan.


Jadi, kemarin saya putuskan untuk mencoba solusi yang sebenarnya saya benci, yaitu mengganti warna cat menggunakan cat kayu dengan pengencer thinner.

Saya membenci cat dengan pengencer thinner karena memiliki beberapa kekurangan, yaitu:


1. Cat dengan pengencer thinner lebih kental.

Karena lebih kental dari cat dengan pengencer air atau water-based, maka mutlak harus menggunakan thinner. Untuk cat water-based tidak selalu harus kita campur air kalau sudah cukup mudah diaplikasikan.

2. Perlu pengadukan yang intens.

Ketika kaleng dibuka, harus diaduk dengan kuat agar tercampur sempurna. Jika tidak, hasilnya tidak bisa pekat setelah diaplikasikan, malah bisa tampak aneh transparan. Setelah diaduk didalam kalengnya, barulah dituang seperlunya di wadah lain, dituangi thinner, lalu diaduk lagi sampai benar-benar tercampur rata.

3. Merepotkan jika belepotan atau harus menyimpan.

Mungkin saya satu-satu tukang cat di dunia yang menggunakan begitu banyak tissue. Wkwkwk.... Ini karena jika cat meleleh di luar kalengnya dan kena tangan, akan lengket dan menempel di benda apapun yang saya sentuh. Jika menempel di lantai, lebih repot lagi. Meski meja sudah dialasi koran bekas, tapi saya bukan tipe orang yang rapi nggak belepotan. Sementara tukang cat betulan akan menggunakan kain yang dibasahi thinner untuk menghapus percikan. Tapi kan thinner itu cairan yang keras, jadi bisa tambah merusak kulit saya yang sudah kusam akibat deterjen untuk umbah-umbah.
Karena selalu belepotan kebangetan, saya sengaja membeli cat kaleng kecil supaya bisa langsung saya habiskan dan buang. Harganya sekitar Rp 15.000 tergantung merk. Saya bahkan membuang kuas setelah memakainya karena kesulitan membersihkannya. Biasanya tukang bangunan membersihkan kuas menggunakan minyak tanah karena lebih murah dibandingkan dengan thinner. Beda jika saya menggunakan cat dengan pengencer air. Kuas akan saya cuci dengan air, keringkan, lalu simpan.

4. Sulit mengaplikasikannya.

Cat dengan pengencer air itu mudah sekali mengaplikasikannya. Sekali pulas langsung rata. Kalau mau lebih tebal, tinggal mengulanginya. Cat dengan pengencer thinner punya cara tersendiri. Kuas harus dicelupkan dengan mantap, jangan ragu-ragu. Kalau cuma dicelupkan ujungnya, ketika memulas akan tampak bekas kuas sehingga tidak bisa menghasilkan cat yang rata. Memulasnya juga harus tenang dan benar-benar rata. Kalau tidak, di permukaan meja akan terjadi tumpukan cat yang lebih tebal di bagian-bagian tertentu.

5. Bau cat menyengat dan susah kering.

Cat dengan pengencer air bisa kering dalam beberapa menit saja. Sedangkan cat dengan pengencer thinner baru kering setelah seharian. Jika berapa didalam ruangan, pastikan ada pintu atau jendela yang terbuka agar bau cat keluar dan tidak bikin pusing.


mengecat meja makan
Peralatan mengecat minus tissue yang banyak.


Namun begitu, saya perlu beberapa kelebihan yang ada di cat dengan pengencer thinner, antara lain:


1. Lebih baik untuk menutup permukaan yang buruk.

Karena lebih pekat, semua celah dan baret-baret bisa tertutup dengan baik. Terutama jika meja tersebut terbuat dari kayu murahan seperti meja saya dan saya ogah mengamplas. Kalau berbahan jati, beda lagi treatmentnya. Sayang kalau seadanya seperti yang saya lakukan.

2. Mengkilap dan licin.

Saya sengaja memilih jenis cat yang glossy agar terlihat seperti meja baru. Sedangkan permukaan yang licin memudahkan ketika membersihkannya. Tentu saja, warna selain putih akan sangat membantu.

Nah, sekarang saya sudah punya meja yang "seolah" baru. Saya hanya mengecat bagian atas saja, sedangkan kaki meja saya biarkan tetap putih. Kelihatan lebih hidup kan, daripada berwarna putih semuanya?

Tips agar cat meja ini awet adalah gunakan alas atau placemat untuk wadah makanan atau minuman yang panas dan yang dingin diluar suhu normal.

Selamat Hari Raya Idul Fitri!

You Might Also Like

14 comments

  1. Tfs mba, aku mungkin kurang paham mengecat tapi ini bisa dicoba ya, kreatif. Aku pribadi suka putih, tapi meja makannya kayu jati T__T ga bisa di cat yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akupun sebenarnya suka putih. Tapiii...

      Delete
  2. cakep deh kalo meja makan warna putih gini, lebih modern daripada coklat... tp kayanya ibuku dirumah gak akan suka kalo meja makannya di cat putih gini.. hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Disini yg suka juga cuma aku sendiri huhuhuhu

      Delete
  3. aq suka deh warna putih gini di meja makan kesannya klasik, tapi kayanya mama aq gak akan ngebolehin deh di ganti warna meja makannya yang coklat jadi putih.. tfs mbakkk

    ReplyDelete
  4. Mbak Lusi emang suka mengerjakan sendiri, bahkan hal-hal yang biasa dilakukan para Bapak, ya? Saya aja bacanya jadi pusing dan berasa ribet banget, hahaha..

    Saya ambil positifnya aja deh : Semangat pantang menyerah, kalau sudah ada kemauan harus terwujud, tidak manja, mandiri, tidak malu beli di toko bangunan meskipun ibu-ibu, dll dll :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang lebih ribet bikin artikel mbak, aslinya mah gampang aja ngerjainnya.

      Delete
  5. Wah keren banget sih mbak Lusi bisa ngecat sendiri. Mejanya jadi lebih cantik sekarang, warna merah putih. Ini nggak perlu taplak meja nih, udah cantik banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coklat mbak hihihihi... Itu efek ngeditnya nggak pinter

      Delete
  6. amaaajjjinggg mbaknya pinter ngecat

    ReplyDelete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.