DIY Coaster Atau Tatakan Gelas Pola Catur

Sunday, July 08, 2018

Bentuk coaster atau tatakan gelas itu bermacam-macam. DIY kali ini menggunakan pola catur yang pengerjaan mudah, bisa jahit tangan atau mesin dan bisa menggunakan kain perca apapun.


diy coaster pola catur

Sebelumnya, saya sudah membuat beberapa tutorial coaster dengan pola lain. Silakan dilihat lagi:

Coaster memang tidak lazim digunakan di rumah-rumah Indonesia. Biasanya ibu-ibu menggunakan tatakan plastik atau melamin yang dibeli di toko karena bisa dicuci. Tapi kalau punya kain perca cukup banyak, bikin saja sendiri daripada beli. Kalau kotor, bikin lagi dong.

Tidak seperti tatakan buatan pabrik di toko yang ukurannya bermacam-macam, ukuran standar coaster adalah 11 x 11 cm. Standar dari mana? Saya juga tidak tahu tapi ukuran itulah yang selalu dibuat oleh para pengrajin. Angka ganjil tersebut kemungkinan hasil konversi dari inch, satuan yang biasa digunakan di negara barat.

Pengerjaan coaster in cukup singkat, yaitu ditumpuk dan dijahit pinggir, lalu dibalik. Jadi jika teman-teman tidak punya mesin jahit, bisa menggunakan jahit tangan.


Tutorial coaster ini sudah banyak di internet dalam bahasa Inggris. Yuk kita mulai!

pola pattern coaster

Siapkan perca seperti di foto tersebut. Jenis bahan terserah, seadanya saja. Tapi kalau mau dijahit tangan, jangan terlalu tebal. Jika hanya punya kain tipis tapi ingin hasil yang lebih tebal untuk minuman panas, sisipkan saja busa pelapis.

Jadi bahan yang diperlukan untuk membuat coaster ukuran 11 x 11 cm adalah:
Kain perca ukuran 12 x 12 cm untuk bagian bawah: 1 lembar
Kain perca motif A ukuran 12 x 12 cm: 2 lembar
Kain perca motif B ukuran 12 x 12 cm: 2 lembar

Kampuh atau pinggiran untuk menjahit yang saya gunakan adalah 1/2 cm, makanya ukuran kain yang saya butuhkan 12 x 12 cm. Jika teman-teman belum percaya diri dengan kampuh sependek itu, ditambah saja, nanti bisa dirapikan setelah dijahit. Kampuh memang tidak bisa terlalu panjang karena coaster ini kecil, nanti kalau dibalik ngganjel, bentuknya kurang manis.

tutorial membuat coaster

Awalnya kita lipat dua bahan-bahan untuk bagian atas, yaitu motif A dan B, dengan permukaan yang bagus di luar. Tidak harus salah satu motif polos begini ya. Bisa juga dua-duanya bercorak tapi usahakan kontras agar terlihat kotak-kotaknya. Gunakan setrika untuk membantu kerapiannya.

Letakkan kain untuk bagian bawah dengan permukaan yang bagus menghadap ke atas. Lalu susun semua kain motif A dan B selang seling seperti foto di atas. Gunakan jarum pentul agar posisinya tidak bergeser. Kemudian jahit keliling coaster.

tutorial tatakan gelas pola catur

Langkah terakhir.... Loh kok sudah sampai ke langkah terakhir? Iya, kan sudah saya bilang di awal kalau membuatnya mudah. Heheheee....

Langkah terakhir, pendekkan kampuh dan rapikan keliling coaster dengan gunting yang tajam. Gunting yang tidak tajam membuat pinggiran tidak rata, apalagi jika tidak diobras dan tidak dijahit zigzag. Jangan lupa menggunting serong semua pojokan agar ujungnya lancip setelah dibalik.

Cara membaliknya dari bagian tengah. Bagian tengah tadi tidak dijahit, bukan? Hanya ditumpuk dan dipegang dengan jarum pentul. Singkirkan jarum pentulnya dulu, maka bagian tengah akan terbebas, lalu balik dari sana. 

Nah, sudah jadi!

Dengan cara semudah ini, teman-teman bisa membuat 1 set berisi 4 coaster atau lebih, lalu ikat dengan pita untuk dijadikan souvenir pernikahan, kopdar, pindahan, perpisahan dan sebagainya. Yang penting jumlahnya genap. 


Kenapa genap? Nggak mistisnya kok, cuma mengikuti kelipatan jumlah kursi meja makan yang biasa dijual di toko-toko mebel.

Selamat mencoba! Semoga bermanfaat! Jangan lupa colek-colek di instagram @beyourselfwoman jika mencoba tutorial ini atau punya ide lain.

You Might Also Like

6 comments

  1. wah memang asyik ya nyambung2in dan pilih corak dan warnanya hars pas biar kece

    ReplyDelete
  2. mbak lusi hobi jahit juga? sama dong. pingin bikin kapan2 nih. tfs mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ada teman sehobi :))

      Delete
  3. Cangkirnya bagus, tebal, pasti awet ya Mbak. Mug sekarang tipis-tipis jadi umurnyapun nggak lama. Paling sebel kalau lagi nuang air panas, tiba-tiba "pletek!", mugnya terbelah jadi 2, huhu.. mejanya jadi basah semuaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini beli di Pekanbaru mbak. Kalau di kopitiam sana malah disiram air panas dulu sebelum digunakan.

      Delete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.