Tuesday, September 04, 2018

Memanfaatkan Rak Kos Untuk Tempat Peralatan Jahit

Bila salah jalan menekuni hobi crafting, bukan kreasi yang kita hasilkan, melainkan terjebak konsumerisme printilannya. Memanfaatkan rak kos adalah salah satu cara mengirit.

makeover rak kos
Sewing corner tempat menyepi. Fokus ke rak putihnya, ya.

Ketika hobi crafting saya, terutama jahit, kian menggebu, perlahan tapi pasti saya menggusur salah satu sudut rumah untuk saya pakai sendiri menjalankan hobi saya tersebut. Setelah itu ada keinginan untuk memamerkan sudut tersebut. Tak perlu waktu lama untuk tergelitik menyulap sudut tersebut menjadi tempat shooting.

Sayapun menjelajah google, pinterest dan instagram untuk mencari contoh sudut kecil tempat menjahit yang feminim dan lucu. Saya menyukai nuansa pink dan hijau yang lembut, sementara rumah saya didominasi nuansa coklat dan krem. Sayangnya, saya tidak bisa mengubah warna cat tembok begitu saja. Jadi untuk sementara waktu bertahan dulu dengan nuansa coklat dan krem.

Tentu saja bukan berarti saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya masih bisa menambahkan perabotan pendukung, seperti rak dan meja. Setelah saya pikirkan baik-baik, saya memutuskan tidak akan mencontek sudut jahit yang ada di pinterest atau instagram. Pertama, karena kebanyakan referensinya super market mebel internasional itu yang harganya tidak murah. Kedua, menghindari yang serba bergelantungan untuk mengurangi debu. Halaman rumah saya yang mungil, membuat debu dari jalan mengganggu ketika musim kemarau. Karenanya, wiremesh, rak benang, ember-emberan dan sebagainya itu sudah pasti tidak saya pilih. Untuk benang misalnya, saya letakkan di dalam toples bening.

Namun demikian, saya tetap butuh satu rak untuk saya tempatkan didekat mesin jahit agar saya tidak perlu geser kesana kemari ketika butuh gunting, ganti benang dan sebagainya. Space yang ada cukup terbatas, yaitu dibawah lemari gantung lama. Kalau mau sih bisa aja ukur, lalu bawa ke tukang kayu. Atau cari saja di toko online, sekarang sedang tren rak cantik dari kayu ringan. Saya sempat lihat di Jollie dengan harga diatas Rp 250.000,- dengan pilihan warna pink dan hijau muda yang lembut. Sayangnya, sekat rak tersebut terbatas, tidak bisa memuat semua peralatan jahit saya.

perca
Sebelum ditata. What a junk! Hahahahaa

Ketika itu, terlintaslah untuk menggunakan rak kos. Waktu kuliah dulu saya pernah punya, tapi sekarang entah kemana. Pertimbangannya, saya tidak perlu pesan, tinggal cari ukuran yang sesuai karena pilihan banyak. Maklumlah saya tidak sabaran kalau pesan-pesan seperti itu. Pertimbangan lainnya, tidak ada ornamen seperti bunga atau tulisan-tulisan, hanya kotak-kotak saja. Saya kan penggemar minimalis. Heheheee.... Yang terpenting, bisa saya cat sesuka hati. Rak beli di toko biasanya sudah cat duco sehingga sayang kalau malah dicat lagi kalau warnanya tidak cocok atau bosan.

Mulailah saya berburu rak di pusat perabotan kos di Jombor. Tepatnya bukan berburu sih, karena langsung dapat yang sesuai. Heheheee.... Di Jogja ada beberapa pusat perabotan anak kos selain Jombor, yaitu Jl Kaliurang kearah UII, Samirono dekat UNY, Ring Road Utara dekat UPN dan sebagainya. Sepertinya sih ada di dekat semua perguruan tinggi. Yang di Jombor itu biasanya dibeli anak-anak UTY, MMTC atau STIM YKPN. Harganya? Untuk ukuran yang saya beli, hanya dihargai Rp 55.000 saja. Jadi, langsung saya bayar ajalah, ya.

Berikutnya mencari siku yang bagus. Siku yang ada di pasaran kebanyakan yang warna logam itu dan tidak terlalu kuat. Setelah saya mencari-cari di toko online kenamaan, total siku dan biaya kirim kok jauh lebih mahal dari harga raknya ya? Wkwkwkkk. Iseng saya datangi toko bangunan di kampung saya. Meski di kampung, toko tersebut termasuk lengkap karena daerah kami berkembang, selalu saja ada orang membangun atau merenovasi rumah. Dan tarraaa.... ternyata ada beberapa pilihan siku. Saya langsung naksir siku berwarna putih dan sangat kokoh. Harganya Rp 17.000 saja sudah termasuk paku ulir. Saya beli 2. Sampai di rumah, ternyata sikunya kebesaran, tapi tetap saya pasang.

rak kos jogja


Ada sedikit trik untuk memasang siku di rak jika tidak punya bor. Apalagi jika kayunya murahan seperti rak saya ini kalau langsung dipukul dengan martil, kayunya akan pecah. Pertama-tama, ukur dan tandai dulu dimana siku tersebut akan diletakkan. Posisikan siku dan paku ulir pada tempat yang telah ditentukan tersebut. Ambil obeng, letakkan di atas paku ulir lalu putar obeng hingga paku ulir tersebut masuk ke dalam kayu. Jika sudah putaran sudah berat dan mentok, sementara paku ulir belum sepenuhnya masuh ke dalam kayu, lanjutkan dengan palu pelan-pelan. 

Untuk memasangnya di tembok, tandai dulu dimana lubang siku akan diletakannya. Saya tidak menggunakan paku ulir dari toko bangunan, melainkan menggunakan paku baja. Jadi, saya langsung menghantam paku tersebut dengan palu sampai posisi rak mantap menempel di tembok.

rak kosan jogja

Tadinya proses ini saya anggap selesai. Tapi setelah saya pandang-pandang, meski warnanya coklat seperti rak diatasnya, tapi kok membuat sudut tersebut terlihat suram dan menyedihkan? Akhirnya warna rak tersebut saya ubah menjadi putih menggunakan cat kayu berbasis air. Jadi, saya mengecat rak tersebut ketika sudah terpasang di tembok. Lain kali sih sebaiknya warna rak dipikirkan sebelum dipasang.


Bagaimana penampilan rak kos di foto yang paling atas itu? Ngirit sih tapi cakep, nggak?

12 comments:

  1. Nagiuus mba. Jd bikin rapi yaaa :). Drpd digeletakin gitu, malah takut tikus bikin sarang.. Akupun kalo bisa bikin sendiri lbh murah, juga milih gitu. Kemarin aja, aku mau bikin rak buku utk koleksi buku2, pengennya di bawah tangga. Eh pas panggil tukang, harganya lga digetok main 10 jt aja. Gila aja, ya jelas aku tolak :p. Pake kayu apaan tuh orang bikinnya -_-.

    Mikir2, akhirnya cari ide pake rak rakitan, beli di tokped, malah cm ngeluarin biaya 500rb wkwkwkwkw. Bisa muat banyak lg utk buku2ku..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu bingungnya nggak paham standar tukang kayu. Kudu banding2in dulu kalau sempat.

      Delete
  2. Ruangan langsung mendadak jadi terlihat rapi setelah dipasangin rak ..., sebelumnya ' what the junk' hahaha 😂

    Aku juga gitu,kak.
    Nyadarnya belakangan setelah sekian waktu kamar ada tumpukan barang ..., setelah sadar kuakalin kukumpulin jadi satu di rak yang kelihatan apik, biar ngga malu-maluin dilihat 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penginnya rutin bersih2, apadaya akunya males wkwkwkk

      Delete
  3. Cakep mak rak kosnya. Hobi apapun kalau gampang ngiler memang malah jadi besar biayanya ya...

    ReplyDelete
  4. Aku mau beli ah. Kmrn mau beli online yg rak putih lucu gitu. Tapi setelah dipikir2 mending kayak gini rak biasa dicat sesuai kemauan kita hahahaha. MakLusi aku nyari di blog ini tutorial masang bantalan di kursi kayu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oya ada kok masang jok. Kalau yg jahit di kategori jahit, yang nggak jahit di kategori non jahit atau diy.

      Delete
  5. Cakep koooqqq. Yang lebih cakep lagi adalah usaha kreatifnya, share pertimbangan supaya hemat, tempat belinya, dan cara masangnya. Top deh!

    ReplyDelete
  6. Udah lama gak ke blognya Mak Lusi, emang dah dari dulu gak pernah ilang kreatifnya. Suka banget kalo kesini, jadi rapih gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ya udah main2 kesini. Maaf balesnya juga lama huhuhhu

      Delete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.