Waspada Banjir SMS Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal

Berapa kali mendapat SMS menawarkan pinjaman online atau pinjol? Kalau saya sih sudah tak terhitung. Diblok satu, nongol seribu. Ternyata, ada teman yang punya pengalaman serupa tapi melalui whatsapp atau WA. Ini memang sangat mengganggu. Tapi sebenarnya yang lebih penting adalah jika kita sampai meresponnya, entah dengan klik tautan atau menghubungi nomor ponsel yang tertera, karena itu merupakan modus operandi pinjaman online ilegal.

sms-pinjol-ilegal

AWAL JEBAKAN SMS / WA PINJAMAN ONLINE ILEGAL

Foto diatas merupakan tangkapan layar dari ponsel saya. Sebagian sudah saya hapus, sisanya cuma saya blacklist. Kadang daftar blacklist tersebut saya laporkan ke provider, dengan harapan sms seperti itu akan berhenti. Tapi ternyata saran dari provider hanya meminta kita memblokir nomor-nomor tersebut secara manual. Padahal diblokir satu, nongol seribu. Capek, ya?

Biasanya sms paling kencang di tanggal-tanggal tua, jelang liburan dan jelang hari raya. DI tanggal-tanggal itu kemungkinan banyak yang butuh uang. Si pengirim SMS berharap menemukan orang-orang yang putus asa. Orang yang sedang benar-benar putus asa seringkali mengambil jalan pintas. Kata-kata seperti “langsung cair” sangat menggoda.

Meski sedang tidak kepepet, tetap wspadalah! Kita bisa saja tanpa sengaja merespon ketika sedang bangun tidur dan kesadaran belum pulih.


BUTUH DUIT, MASA ENGGAK BOLEH PINJAM?

Saya tidak pernah menghakimi orang yang sedang butuh uang. Toh bukan saya yang kasih makan atau membiayai sekolah anak mereka. Bagaimana jika untuk makan saja mereka sudah kesulitan? Bagaimana jika mereka butuh modal untuk usaha agar tidak perlu mengemis bantuan? Entah mana yang lebih baik, berhutang atau mengemis? Yang jelas, jika saya tak bisa membantu, lebih baik tidak usah berkomentar apa-apa, biarlah mereka mencari jalan yang bisa mereka tanggung.

Namun, dunia ini memang bukan tempat yang suci. Orang-orang yang sedang dalam kesulitan justru menjadi sasaran empuk orang jahat. Diantaranya dalam bentuk pinjol ilegal. Pikiran yang sedang sempit dijadikan target jebakan. 

Itu sebabnya saya ingin mengajak teman-teman untuk dengan sadar melakukan pengecekan sebelum meminjam uang agar bisa membedakan mana fintech lending (pendanaan) legal yang terdaftar di OJK dan mana pinjaman online ilegal. 


HURUF ALAY DI SMS PINJAMAN ONLINE ILEGAL

Selain mengganggu, SMS pinjol ilegal juga bikin sebal karena menggunakan huruf alay. Kita yang sudah paham bahwa ini tak wajar akan langsung menyeletuk, “Apaan sih ini?”

Tahukah teman-teman bahwa ternyata huruf alay itu tidak berhubungan dengan tingkat pendidikan si pengirim SMS yang rendah. Please, jangan menyepelekan muslihat mereka karena faktanya banyak sekali yang tertipu, terutama di kalangan ibu-ibu. 

Ternyata, SMS alay p1njam4n onl1ne 1legal itu memang disengaja untuk menjaring orang-orang yang paling mudah tertipu. Orang yang sejak awal sudah sebal dengan SMS tersebut akan susah untuk diyakinkan. Interaksi yang terlalu lama akan membuat kedok mereka terbongkar. Selain itu hanya akan menghabiskan pulsa saja.

Wah, berarti sasarannya orang-orang yang berpendidikan rendah dong, setidaknya yang tidak paham etika berkomunikasi? Sayangnya, tidak demikian! SMS itu disebar secara random ke banyak nomor simcard. Orang-orang yang sedang dalam kegelapan pikir karena kepepetlah yang akan terjebak. Contohnya, seorang guru yang viral baru-baru ini karena terlilit hutang hingga diatas 200 juta rupiah. Untuk menjadi seorang guru kan tidak bisa hanya berpendidikan SD.


LINK JEBAKAN DI SMS PINJAMAN ONLINE ILEGAL

Agar terlihat meyakinkan, seringkali SMS dilengkapi dengan link menuju ke sebuah website. Buat kami yang blogger, tanpa cek langsung ke situsnya sudah tahu apakah itu website yang valid atau bukan. Tapi orang lain yang bukan blogger belum tentu tahu. Kebanyakan asal melihat ada link, mereka memandangnya sebagai sesuatu yang canggih atau modern. Maka jika teman-teman blogger kebetulan menemukan ciri-ciri website yang tidak valid yang ditunjukkan oleh teman atau saudara yang bukan blogger, tolong beritahukan ciri-cirinya.

Sekarang sudah bukan jamannya lagi buka usaha pakai websiter gratisan. Maka jika menemukan website gratisan dengan ciri seperti dibawah ini, abaikan saja, jangan direspon:

www.namawebsite.blogspot.com

www.namawebsite.wordpress.com

Namun, website berbayar sekalipun bisa jadi penipu dengan mengkloning website resmi sehingga kita tidak tahu bedanya. Cara ini sering digunakan oleh organisasi penipuan yang lebih besar. Bahkan kalau teman-teman lihat di penggerebekannya oleh polisi di TV, kaki tangan para penipu ini banyak juga yang merupakan orang asing. Karena itu, meski website itu www.namawebsite.com, perhatikan apakah ada tanda gembok di tab atas atau tidak. Jika tidak ada ikon gembok, berarti website tersebut tidak aman.


CARA PALING SEDERHANA TIDAK TERJEBAK PINJAMAN ONLINE ILEGAL

Cara saya menghindari jebakan pinjaman online ilegal sangat sederhana, yaitu mengabaikan semua telepon yang nomornya tidak terdaftar di kontak saya. Tidak peduli berapa kali berdering, asal nomornya belum saya simpan, akan saya biarkan saja. Kalau telepon tersebut benar-benar penting, yang bersangkutan pasti akan berusaha menghubungi melalui SMS atau WA. Sayangnya, ini agak sulit dilakukan oleh orang-orang yang gampang penasaran, orang-orang yang sedang merantau dan para lansia.

Nah, untuk SMS lebih mudah lagi. Asal ada huruf alay, tidak akan saya baca seluruhnya, langsung blacklist atau block saja. Takutnya jika berusaha membaca seluruh teks, ada yang tidak sengaja salah pencet. 

Sedangkan untuk WA harus lebih berhati-hati. Karena dengan jumlah karakter atau huruf tidak terbatas, penipu di WA bisa membuat narasi yang lebih panjang dan meyakinkan seolah-olah sebuah perusahaan besar. Abaikan saja jika menggunakan nomor ponsel pribadi.


WASPADA PINJAMAN ONLINE ILEGAL

pinjaman-online

Infografik di atas resmi dari website OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Teman-teman bisa mencermati apa saja yang sudah dideteksi oleh OJK. 

Pada dasarnya fintech lending legal tidak boleh meminta akses CAMILAN (Camera, Microphone, Location) untuk meneror peminjam. 

Sedangkan soal bunga yang selalu menjadi sumber teror itu kebanyakan karena calon peminjam tidak melihat detil syarat-syaratnya. Bahkan juga karena memang tidak ada syarat apa-apa. Saking putus asanya, yang ada dalam pikiran adalah yang penting dapat pinjaman dulu. Soal pengembalian nanti dipikirkan sambil jalan. Tolong dipegang logika dasar ini: bukan saudara, bukan mertua, bukan lembaga amal, kok bisa meminjamkan uang tanpa skema pengembalian?

Teman-teman juga bisa melakukan pengecekan fintech lending legal yang terdaftar di OJK. Cara gampang banget! Ada tautannya di halaman depan website OJK dengan tulisan besar-besar. Daftar tersebut selalu diperbaharui.

Memang tidak semua orang terbiasa melakukan pencarian internet. Bahkan yang tidak tahu cara yang menurut kita sesederhana itu juga banyak. Karena itu, tolong teman-teman yang tiap hari lengket dengan ponselnya untuk sudi membantu teman atau keluarga mengecek status lembaga pendanaan yang sedang mereka pertimbangkan.

Meski pendidikannya tinggi, tapi yang namanya orang sedang dikelilingi jalan buntu tidak akan bisa berpikir jernih. Karena itu, edukasi tentang pinjaman online ilegal harus terus disebarkan agar lebih banyak orang yang paham dan mengingatnya ketika mereka sedang butuh uang. Semoga teman-teman banyak rejeki.


Post a Comment

0 Comments