Monday, June 20, 2011

Mengerti Arti Batik Dari Julie

Seorang anak perempuan berusia sekitar sepuluh tahun, warga Singapura, di channel TV Disney menjelaskan kegiatannya sehari-hari. Anak ini, Julie, memperlihatkan kegemarannya berkreasi dengan apa saja yang terdapat dirumahnya. Julie bahkan menata mainannya disebuah meja sehingga membentuk sebuah pola. Julie dengan
kecerdasan ala anak-anak dengan tegas mengatakan bahwa dirinya adalah seorang designer batik.

Saya tersenyum, karena anak-anak Indonesia seusianya baru bisa bercita-cita yang umum-umum saja, seperti menjadi dokter atau tentara. Sementara Julie tidak hanya spesifik, tapi sudah berani mengklaimnya. Perlu diketahui bahwa Batik Indonesia telah ditetapkan UNESCO menjadi Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009. Ini meliputi teknik, teknologi dan pengembangan motif. (Wikipedia).

Lalu kalau kita sudah memiliki, kita harus bagaimana? Banyak yang telah dilakukan para pecinta batik karena pengakuan itu seperti menyuntikkan energi untuk berbuat lebih banyak. Yang paling terasa mungkin industrinya, karena suka cita mengenakannya serta kreatifitas para designer dan pengrajin, membuat permintaan batik meningkat tajam. Museum-museum batik kembali dikunjungi dan batik-batik lawas meroket menjadi sangat bernilai.

Anak-anak-pun tak luput dari semangat batik, dengan semakin banyaknya sekolah yang mengajak mereka berwisata ke produsen-produsen batik, mengenal proses membatik bahkan mencoba membatik sendiri. Itu menjadi pengalaman yang akan mereka ceritakan terus menerus.

Julie, menyadarkan saya satu hal, bahwa mengenal batik bisa dengan cara yang sangat sederhana seperti yang dilakukan oleh Julie. Julie mengatakan bahwa membatik adalah “to dot”. Julie bahkan mempraktekkannya dengan menyusun bulatan-bulatan plastik warna kuning mainannya dimeja sehingga membentuk pola batik. Setelah browsing, memang benar batik berasal dari bahasa Jawa “amba” dan “titik”. Di Wikipedia disebutkan “amba” artinya menulis, padahal setahu saya sebagai orang Jawa, “amba” itu artinya lebar. Maknanya selembar kain yang dibuka lebar, lalu dibuatlah pola atau motif diatasnya dengan cara menyusun titik.

Titik disini bukanlah titik kecil saja yang disusun menjadi suatu bentuk, tapi juga tetesan besar untuk menutup suatu bentuk.  Tentu saja konteks waktu itu adalah menggunakan canting, bukan cap yang menggunakan cetakan berbentuk kotak. Kenyataannya, pembatik bisa juga membuat bentuk yang umumnya berupa lengkung. Namun membuat titik-titik ini memang terasa istimewa, memerlukan kesabaran dan kreatifitas tinggi. Titik-titik tinta yang keluar dari ujung canting yang lancip dan diaplikasikan pada kain lebar itulah yang mengilhami kata batik. Mohon koreksi di kotak komentar dibawah, jika penjelasan saya kurang pas untuk pengetahuan bersama.

Nah, mari kita tes anak-anak Indonesia. Taukah mereka arti kata batik? Jika tidak tahu, jangan malu menggunakan cara Julie, yaitu memberitahu mereka bahwa artinya adalah “to dot” alias membuat titik. Cara tersebut mudah diingat, sehingga penjelasannya akan lebih mudah, apalagi jika mereka sudah pernah melakukan study tour ke pembuat batik.

Tak apa belajar dari Julie, anak kecil dari negara lain, yang penting batik-nya tetap milik kita.

No comments:

Post a Comment

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.