Saturday, July 11, 2015

Bantu Saya Menyembunyikan Kardus Elektronika (Mini Giveaway)

Hai teman-teman, bantu saya menyembunyikan kardus elektronika please....

Ide terpilih: Achmad Fazri dan Erlina Fitriani
Mohon mengirimkan email alamat dan nomor hp ke burselfwoman@gmail.com.
Terima kasih kepada semua teman yang telah berpartisipasi.

Jika biasanya saya menulis ide-ide atau sharing pengalaman, kali ini saya kehabisan akal gara-gara kardus elektronika. Kardus elektronika dirumah saya beragam dari yang kecil-kecil wadah lampu, sampai yang segede gaban bungkus piano. Kok nggak dikiloin saja sih kardusnya?
Itulah susahnya kardus elektronika. Kalau bungkus lemari atau kasur sudah langsung saya buang, tapi kardus elektronika tidak bisa begitu. 


Kardus elektronika sangat spesifik antara lain karena:


  1. Ukurannya fitted dengan produk didalamnya untuk keamanan.
  2. Terdapat gabus atau sterofoam protektor yang ukurannya juga fitted sehingga produk tidak mudah terguncang jika dipindahkan.
  3. Harus disertakan jika produk mengalami gangguan dan masih dijamin dengan free service.
  4. Harus disertakan jika ingin dijual lagi, baik dalam kondisi belum dipakai maupun bekas.
  5. Masih dibutuhkan jika sewaktu-waktu pindah dan kesulitan mencari kardus yang pas dengan ukuran produknya.
Dahulu, kardus lampu yang bergaransi hingga satu tahun berusaha saya simpan. Tapi rupanya saya tidak telaten mengecek kardus tersebut untuk lampu yang mana jika ada lampu yang mati. Selain itu, saya tidak ingat membelinya dimana. Lebih ngrepotin lagi jika ternyata menukarnya harus di service center merk yang bersangkutan. Sepertinya tidak setimpal dengan kerepotan dan pengeluaran bensin serta parkirnya. Jadi, saya tidak lagi menyimpan kardus lampu, langsung buang begitu saja.
Yang paling sulit adalah produk elektronika yang lebih besar, misalnya kardus magic jar, mixer, blender, TV, kulkas, bahkan piano. Jika mau dilipat, berarti harus mengeluarkan protektor didalamnya, yang antara lain berupa tekukan kardus inner dan sterofoamnya. Nah, dikemanain protektornya itu setelah dikeluarkan dari kardusnya?

Selain masalah isi kardus yang harus dikemanakan itu, yang utama adalah bagaimana menyembunyikan atau menyamarkan kardusnya. 

Dimana tempat yang paling cocok untuk menyembunyikan kardus yang telah dilipat itu jika tidak punya gudang? Jika tidak dilipat, bagaimana menyamarkannya? Tidak semua kardus cocok dijadikan meja. Dan jika jumlahnya tidak hanya satu, masa semua jadi meja?
Kalau teman-teman punya ide, share di kolom komentar ya, mungkin ada teman-teman lain yang punya masalah sama. Sebagai tanda terima kasih, ada gift sederhana dari saya untuk ide yang akan saya gunakan. Terima kasih.
Ketentuan ide:
  1. Tulis di kolom komentar dengan bahasa yang singkat dan jelas.
  2. Boleh menuliskan beberapa ide.
  3. Tanda terima kasih berupa 4 pcs placemate motif Asmat dan 3 pcs placemate motif parang dibagi untuk 2 orang. Placemate bisa teman-teman gunakan untuk alas makan, alas pot atau vas di meja tamu, alas desk lamp dan alas untuk memotret.
  4. Alamat kirim didalam negeri aja ya, mohon maaf jika ada keterlambatan pengiriman karena antrian di kurir jelang Lebaran.
  5. Saya tunggu sampai tanggal 10 Juli 2015.
  6. Foto tanda terima kasih ada dibawah ini.

23 comments:

  1. Punya kardus bekas, kadang suka sayang dibuang yah....Kalau menurut saya
    1. Jika tidak punya Gudang, coba lihat di atas Plafon rumah. itu bisa dibikin gudang, tapi untuk benda-benda tak berat seperti kardus, caranya bikin ruang cahaya matahari (genteng kaca) di plafon rumah, otomatis plafon terbuka, sekaligus sebagai tempat masuknya kerdus bekas-bekas (resiko jika ada genting bocor, kardus akan basah)
    2. kardusnya di samarkan dengan kain untuk meja atau tatakan
    3. Di letakan di atas lemari
    4. Di taro di kolong tempat tidur, atau tempat yang ada kolong kolong
    5. Simpan sementara buat bungkus kado atau sebegai investasi untuk di jual ke tukang loak...
    6. Kardus di samarkan untuk menyimpan barang seperti buku bekas, atau kardus besar di taro kardus kecil yang di dalamnya sudah dikasih kardus-kardus... Cuma saran ya, bisa untuk solusi...

    ReplyDelete
  2. sip..nanti aku cari ide ya mbak

    ReplyDelete
  3. kasusnya sama seperti aku mak. aku sampe diomelin ama suamiku soale rumah seperti tempat jual beli kardus bekas. Hahaha...kalao aku sih..kardus besar seperti tempatnya kulkas, ac, dan TV (pokoknya yg besar) aku tekuk/lipat dan aku gunakan sebagai alasnya kasur sbg pengganti triplek (steroformnya udah aku buang mak). Atau kalau memang ada tripleknya yah lumayan buat meninggikan kasurku yg sudah rada kempes. Terus kalau yg tanggung seperti wadahnya magic, setrika, blender biasanya aku taruh di atas lemari. Sebagian aku isi buku atau barang2 yang sekiranya tidak begitu urgent...

    ReplyDelete
  4. kardus-kardus memang menyita ruang,jadi sarang debu,tikus,tempat cicak bertelur, dan lebih sering tidak digunakan.saya menyimpan kardus hanya jika ukuran kardus match dengan rak lemari dan rak gantung untuk dijadikan storage barang-barang yang jarang dipakai dan dipajangnya juga kurang indah. biasanya kardus atau dos saya bungkus kertas kado,seringnya sih aneka motif batik. :)). di meja rias saya punya kardus sepatu yang saya bungkus untuk dijadikan wadah tempat menyimpan dompet,kunci mobil,kaca mata dan barang-barang yang dibawa ketika keluar rumah. di ruang tv saya punya dos yang dibungkus batik untuk menyimpan remote,charger,dll. kardus yang sudah dibungkus cantik bisa sebagai storage barang-barang juga sebagai pajangan. untuk kardus barang-barang di dapur seperti majic jar,blender,toaster,microwave,kulkas,kompor,dll itu tidak saya simpan lagi. karena barangnya biasanya dipake sampe rusak dan jarang dijual lagi.tapi..sebelum dibuang disimpan ya manual book yang di klip bersama kartu garansi dan kwitansi pembayaran dan disatukan dengan manual book barang-barang elektronik lainnya dalam folder khusus dan simpan di rak buku yang tempatnya diketahui oleh anggota rumah. kalo untuk dos handphone (yang lagi dipake aja) bisa disimpan untuk sewaktu-waktu bosen bisa ditukar tambah. kira-kira begitu mba Lusi...

    ReplyDelete
  5. Nah lhooo...
    Selama ini semua dus nya aku kasih in ke abang2 aja gitu mbaaak...

    Segitunya di taro dirumah suka dipake main rumah2an atau robot2an sama Fathir soalnya...trus strefoam nya dibikin salju2an...nge berantakiiin hehehe...

    ReplyDelete
  6. Kalau aku didalam kardus paling gede dimasukin kardus-kardus yang lebih kecil ukurannya, biar muat banyak kardus-kardus yg lebih kecil dilipat isi dalamnya streofoam dan sejenisnya dimasukin plastik, trus dikasih keterangan dari kotak apa, toko apa, dibeli tanggal brp, dst.Dikotak gedenya juga dikasih keterangan bisa pakai post it isi dalamnya apa aja.Kalo punya gudang yang kotak gedenya bisa ditaruk digudang, kalo nggak ada bisa taruk diatas plafon. Atau bisa juga dijadikan meja dengan diberi hiasan, misalnya dibungkus dengan bungkus kado,atau ditutupi dengan taplak meja besar. Kalau butuh tinggal ambil deh

    ReplyDelete
  7. Cara saya nyimpen kardus elektronik :

    1 saya beli kardus gede banget, trus kardus yang kecil2 kayak kardus hp dsb itu saya masukin ke dlmnya. biar rapi nggak kemriyik bececeran dimana2 saya taruh di atas lemari. agak nggak enak sih, sebenernya ada kardus di atas lemari. tapi lumayan rapi dari pada di taruh di lantai. atau di tempat2 yang seharusnya bisa tempat untuk yang lain. mau gimana lagi, rumah cuma sekuprit :D

    2 saya bepergian pakai koper cuma setahun sekali pas mudik doang. nah, biasanya dalem koper itu saya isi kardus bungkusan elektronik yang kecil2. tas juga gitu, barang yang nggak berguna saya masukin ke dalam tas segede gaban punyaku hehe...lumayan ngirit tempat. nggak hanya kardus doang yang bisa masuk. tapi barang barang lain juga bisa. kayak tas kecil2 atau buku yang jarang dibuka.

    3 kardus2 gede itu yang dipakai untuk penyamaran#eh maksudnya disamarkan buat meja. nggak semuanya sih....ada yang tak tak taruh di atas kamar mandi, ada yang di atas dapur, ada di atas lemari. jadi di atas dapur dan kamar mandi ada triplek gitu buat tatakan kardusnya.

    intinya...kardus2 kecil itu tak masukkan dulu ke kardus besar biar nggak bececeran. gitu mak...semoga membantu ya, dan nggak pusing sama kardus lagi :D

    ReplyDelete
  8. I don't have any idea mbak, soalnya kardus2 juga masih menumpuk di dapur, kalau kardus yang besar sementara di simpan di kamar yang tidak terpakai, sukses ya mbak mini giveaway nya

    ReplyDelete
  9. Gimana kalau dilipat saja, ditumpuk, terus diletakkan di pojokkan garasi. Pokoknya di bagian garasi, deh. :D Masih ada tempat, kan?

    Kalau terpaksa ngga ada tempat banget, taruh di loteng jemuran.

    Formnya dibakar saja apa, ya. Ahahaha Tapi, semisal masih mau dipakai ya ikut ditumpuk bersama kardus2 tersebut biar ngga kececer.

    ReplyDelete
  10. Masalah banget nyimpen kardus begituan, kalo gw sech taruh di gudang tapi di tata di dus besar

    ReplyDelete
  11. Kalau ide saya soal kardus sih.. dibuat mainan anak, mak. Pertama tentukan konsepnya, misalnya rumah kardus warna-warni di ruang bermain anak. Kemudian kardusnya dibungkus kertas warna-warni sesuai konsepnya. Susun kardus jd bentuk rumah. Jika masih ada kardus yang belum terpakai, tinggal dimasukkan ke kardus yang lebih besar yang menjadi komponen rumah tadi. Sterofoam yg ada, juga masih bisa disimpan di dalam kardus. Nah, selesai! Anak-anak pasti senang bisa masuk ke rumah kardus warna-warni.
    Selain dibuat rumah kardus untuk mainan, bikin pajangan dari kardus juga oke, misalnya miniatur masjid, miniatur menara, miniatur mobil, dll. Yang penting buat konsep awalnya dulu dan pewarnaan (kardus dibungkus kertas warna yang menarik) harus diupayakan, biar keren hasilnya:)

    ReplyDelete
  12. Dulu pas di rumah lama, aku enggak bingung karena luas dan ada gudang buat nyimpan. Tapi sejak pindah rumah yg mungil, aku pakai cara, kardus kecil dimasukkan ke dalam kardus besar. Trus ditumpuk di tempat pojok ruang yang jarang digunakan. Kebetulan rumahku ada tambahan ruang mungil di sayap kanan rumah untuk tempat menjemur pakaian. Aku susun dua berjajar ke atas. Lumayan lah, enggak terlihat tamu yg berkunjung, hahahaa

    ReplyDelete
  13. huaaa ini jadi masalah juga di rumah mba. dulu ada loteng jadi smua numpuk di loteng gitu. mo pake ide kardus kecil dimasukin ke yg gedhe biar efisien ato ditekuk juga akhirnya membludak juga. mo dibuang eman2 padahal tiap pagi ada aja tukang yang pasti mau ngambilin. beberapa yg kardus biasa langsung dibuang tapi yg rada bagusan disimpen. untungnya punya ponakan kelas lima SD yg lgi sneng bgt nih bikin kotak pinsil, kotak kado, dll. karena dia punya genk temen2 yg lagi doyan bikin kerajinan, so akunya tinggal beliin kertas coklat tuk alas dan kertas kado tuk pembungkus. jadi deh kotak2 yg biasanya dijual mahal itu. akhirnya berlanjut deh doi jualin di kelasnya. lumayan katanya, kotak pinsil harga 3000an, trus klo yg gedhean bisa 5000an. ide pun makin berkembang, karena masih banyak bgt kardus (tetep banyak wlo udah dibkin kerajinan) akhirnya dibikin kotak buku belajar, kotak tisu, ampe kotak sepatu. akunya krn kesibukan cuma bagian modalin buat seru2an ponakan aja. skaligus jadi pengguna produk heheee. tapi in the end...tetep aja ada box2 khusus yg gk boleh dipotong2 yaitu box alat2 kamera, gadget, dan barang2 yg masih garansi setahun.

    ReplyDelete
  14. Yah komennya telat deeh.. :D
    Kalau saya kerdus-kerdus itu saya tarus di atas plafon Mbak Lus. Yang besar di pakai buat wadah barang2 apa gitu, trus yang kecil ya ditumpuk-tumpuk aja.
    Baru klo sudah lewat 1 tahun, di kilo aja ke tukang rombeng hihi

    ReplyDelete
  15. kardus bekasku aku simpen di atas lemari sama di para (alias plafon), dus yang paling besar jadi wadah buat dus yang kecil-kecil... kalau perlu buat kado tinggal ambil aja sih...

    eh, aku telat ikut GA nya, tapi ikhlas koq dikirimin hadiah ahahaha

    ReplyDelete
  16. Kalo saya sih mbak, kardus kecil bekas elektronik saya jadikan wadah bahan craft. misal kardus mesin amplas, mesin gerinda, kardus setrika. kalau bentuknya seperti tumbu (tumpuk 2) yg ceil saya lubangi kotak dan ganti dengan plastik mika. kardusnya sendiri saya bungkus dan saya sekat. jadi wadah pernik craft yang bisa dipakai tuk etalase toko. hihihi.... pokoknya reuse kardus bekas agar toko sederhana jadi unik1
    nak kalo kardus bekas... saya taruh dibawah dipan (kasur kapuk). Lumayan bikin kasur lebih tinggi dan lebih solid (tanpa perlu beli triplek). kalo pindah rumah (secara saya masih kontraktor rumah), kardus bisa dipakai tuk packing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. AYo diposting mbak kardus tempat perniknya :D

      Delete
  17. nyimak. soal miara kardus mah itu sayah bgt dulu pas merantau. masih kepake buat pindahan lg.
    kalo skr, kardus dicuekin. kecuali yg tampilannya keceh disimpan buat wadah buku, baju bekas, dll :D

    ReplyDelete
  18. Sukaaa gk betah sm kardus, biasanya aku lgsung buang2in. :D lalu berharap brg bergaransi itu jg rusak di masa garansi :D

    Btw, saran mas Achmad Fajri emg kece yah. Hihi.. Nyontek lah, soale ini mas bojo ternyata hobi nyimpenin kardus, jd biar ke depannya gk debat lg, aku pingin mbuang, masnya mau nyimpen.

    ReplyDelete
  19. dirumah syaa banyak kardus bekas mak :D, mau saya sulap ah jadi tempat mainan ":D

    ReplyDelete
  20. wah
    saya nggak bisa ikutan
    udah lewat batas waktunya

    ketinggalan info nih

    ReplyDelete
  21. Baru bisa ngeblog lagi, ternyata ide saya terpilih ya.. padahal cuma saran. soalnya ibu saya suka menyembunyikan kardus bekas seperti itu... Apa masih boleh bingkisannya saya ambil ? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih. Insya Allah tidak ada istilah kedaluarsa. Silakan email data diri, mas :)

      Delete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.