Sunday, December 20, 2015

Perpustakaan DIY Yang Ditunggu

Perpustakaan DIY yang diresmikan hari ini memang sudah ditunggu masyarakat.

perpustakaan DIY


Beberapa tahun lalu, ketika saya duduk di perpustakaan Soeman HS Riau sambil memandang kota Pekanbaru dari atas gedung, saya membantin, "Kok Jogja sebagai kota pelajar tidak punya perpustakaan sebesar, semodern dan seramai ini?"
Jogja sudah memiliki beberapa perpustakaan daerah yang tersebar di beberapa bagian kota, dengan bangunan yang tidak terlalu besar. Perpustakaannya memang selalu ramai tapi yang memanfaatkan masih dari kalangan pelajar, mahasiswa dan akademisi lainnya. Masyarakat umum, misalnya keluarga-keluarga, belum mendapatkan tempat yang nyaman untuk membaca bagi seluruh keluarga. Perpustakaan di Jogja belum menjadi destinasi keluarga untuk menghabiskan waktu luang seperti di Pekanbaru,
Namun sebentar lagi masyarakat Jogja dari semua lapisan akan mendapatkan fasilitas yang dirindukan tersebut. Meski terkesan tertinggal dari kota lain, tapi harus kita apresiasi usaha BPAD yang dengan semangat mewujudkan ruang baca yang bisa diakses semua kalangan, dari anak-anak hingga akademisi, termasuk para penyandang difabel.

Pembangunan perpustakaan ini sempat terkendala selama 1,5 tahun akibat sengketa dengan pihak kontraktor. Dulu saya menduga-duga akan jadi apa bangunan ini, karena yang tampak hanyalah 4 buah menara mirip cerobong asap. Saya pikir dulu akan jadi pabrik. Sekarang sudah dipoles bersih sehingga terlihat sebagai bangunan megah. Untuk klaim bahwa ini adalah termegah di Indonesia bahkan se Asia Tenggara, saya no comment ya, karena penampangnya berbeda, perpustakaan Soeman HS menjulang, sedangkan perpustakaan DIY melebar. Luas seluruh area dikabarkan sekitar 2,4 hektar yang menelan dana 70 milyar rupiah untuk pembangunannya.
Meski sudah diresmikan hari ini tanggal 20 Desember 2015, tapi masih simpang siur kapan kita bisa menggunakannya. Di Republika Online disebutkan bahwa untuk kegiatan operasional secara rutin baru akan dimulai Januari 2016 dengan jam buka dari jam 08.00 sampai jam 22.00. Sementara ini, perpustakaan belum buka secara keseluruhan.
Hari Jumat lalu saya beruntung bisa selfie di ruangan dalam. Setelah peresmian, selfie didalam ruangan tidak diperkenankan karena akan mengganggu pengunjung yang serius membaca. Saya juga beruntung menikmati sajian musik klasik dalam bentuk mini orkestra di lobi perpustakaan. Kabarnya akan ada fasilitas bioskop 6D, ruang teater dan sebagainya. Perpustakaan DIY juga ramah difabel, dari mulai jalan masuk, koleksi buku berhuruf braille, hingga toilet. Nanti kalau perpustakaan DIY sudah beroperasi secara penuh, kita eksplore kesana yuk!
Perpustakaan DIY

Ruang baca yang sempat saya masuki ditata sangat nyaman dengan karpet yang tebal dan empuk. Bagi yang suka membaca diatas, disediakan kursi dan meja panjang yang dilengkapi dengan lampu belajar. Yang senang bersantai bisa sambil duduk dibawah, sudah disiapkan sejumlah bean bags. Asik banget, ya? Hommy! Tak ketinggalan lemari besar untuk charge ponsel.
Mungkin yang agak sulit justru akses secara kesuluruhan karena letaknya tidak dipusat kota seperti Soeman HS, melainkan di ujung selatan kota, sudah masuk wilayah Bantul. Tepatnya bersebelahan dengan gedung JEC. Kemarin saya kesana menggunakan mobil dari utara ke selatan perlu waktu satu jam karena lalu lintas padat. Tapi jangan khawatir, ada halte Trans Jogja didekatnya. Lagipula perkembangan Jogja cukup pesat. Yang sekarang di pinggir, beberapa tahun ke depan akan bergeser ke tengah.
Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah parkir mobil yang tidak terlalu luas. Jika sudah beroperasi total nanti, sepertinya parkir sebesar itu akan kurang. Apalagi jika dikurangi dengan mobil karyawan. Selain itu, akses jalan masuk dari depan sangat merepotkan untuk mobil ukuran sedang. Saya sempat maju mundur cantik beberapa kali ketika pulang agar tidak nyangkut karena posisi belokannya 45 derajat, sulit untuk manuver. Waktu masuknya sih bisa sekali belok. Untuk mobil ukuran besar sebaiknya bersabar. Sepertinya ada rencana akses dari pintu samping yang lebih lebar dan langsung tempat parkir.
perpustakaan DIY

Mungkin perpustakaan ini memang dirancang untuk dilengkapi dengan halaman penuh pohon dan taman sehingga tidak dihabiskan untuk lahan parkir. Masih banyak ruang yang dibiarkan terbuka ditanami rumput yang sudah menghijau. Didalam gedung sendiri ada beberapa tempat duduk mirip taman dengan rumput sintetis. Sepertinya menyenangkan untuk hangout dengan teman-teman, tapi jangan ribut ya. 
Ketika pulang, saya memutar berkali-kali mini orkestra klasik tadi. Penampilan yang sederhana dan privat. Kami, segelintir penonton yang ada disana benar-benar terbawa emosi hingga seorang mahasiswi di sebelah saya menangis. Penonton seolah tak mau beranjak. Setiap mereka selesai membawakan satu komposisi, penonton serempak tepuk tangan dan berteriak, "More!"
Namun, orkestra harus disudahi karena adzan sudah berkumandang, memanggil umat muslim untuk sholat Jum'at.

16 comments:

  1. Asik y mba klo di tiap kota ada perpustakaan yg nyaman dan bisa diakses smua orang.

    ReplyDelete
  2. hadoohhh..itu perpustakaan keren bangeet..
    tempatnya nyaman, adem koyone yo mak!
    bikin betah, apalagi kalo ada secangkir kopi plus cemilan kentang goreng :D

    ReplyDelete
  3. desain interiornya keceee,, beda sama perpus umum lainnya yg cuma deretan lemari dan ruang baca standar aja.. semoga selalu rame pengunjung :)

    ReplyDelete
  4. Wuiihh kerennya. Emang cocok lah kalo jogja punya perpustakaan sekeren ini. Jd pengen main kesitu

    ReplyDelete
  5. Aaah kereeen nih.. Aku paling demen perpustakaan yang tempat bacanya nyamaaaan.. Bisa betaaah :)

    ReplyDelete
  6. subhanallah.. lama banget ga ke jogja, ada tempat senyaman ini ya Mak. benar2 memanjakan pecinta ilmu. Semoga jadi tempat piknik pilihan buat para pelajar daerah sekaligus menanamkan gelora cinta buku

    ReplyDelete
  7. rencananya aku mau ke situ juga nih. sekalian mau bikin kartu member perpusnya mungkin. ada ruang menyusui ga ya?

    ReplyDelete
  8. ini dekat rumah saya mbak. alhamdulillaah akhirnya buka ya. kl mudik mau ah ke sini insya Alloh.

    ReplyDelete
  9. ini dekat rumah saya mbak. alhamdulillaah akhirnya buka ya. kl mudik mau ah ke sini insya Alloh.

    ReplyDelete
  10. Cakep Mbaaak, perpusnya. Bikin pengen mampir trus puas-puasin baca :D

    ReplyDelete
  11. Sebutan Yogya Kota Pelajar klop banget.

    Saya klo di Gramedia aja betah berlama2 sampai rikuh sendiri, numpang baca hihi.
    Kalau di perpus diy bisa2 gegoleran bacanya..saking betahnya.
    Selingan bisa nonton di bioskop 6D, atau ejoy mini orkestra.

    deket JEC jogya expo center?
    Kantin-nya ada? Gudheg-nyaaaa mbaaak, endang tenan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul JEC JOgja Expo Center. Kantin nggak tau mbak. Blm ada kayaknya. Bisa ke foodcourt JEC lo, lengkap. Kalau pengin gudeg, dekat situ ada resto Bu Tjitro, enak.

      Delete
  12. Meski bukan warga DIY, aku juga menanti pembukaannya. Ntar mampir kesini ah, kalo berkunjung ke Yogya :)

    ReplyDelete
  13. Waahhh mak lusi udah bikin reportasenya, makasih mak.. Jadi pingin ke sana mumpung masih baru, blm ada yg hilang fasilitasnya, hahahahhahahah...

    ReplyDelete
  14. Kereeen, Depok yg deket Jekate aja kalah hiks..

    ReplyDelete
  15. keren JOgja udah punya perpustakaan, Bekasi aku gak tau punya atau gak nih

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.