Apa Yang Bisa Dijual Dari Blog DIY dan Craft?

Wednesday, October 25, 2017

Sebenarnya sudah menghindar banget ngomongin uang di blog karena males dengan banyaknya blogger yang selalu bertanya tentang "ngeblog praktis berbuah pundi-pundi dollar dalam waktu singkat." Iya kali bikin blog tinggal pasang trik ini itu, lalu uang tinggal dikeruk pake back hoe kayak paman Gober. Kalau yang seperti itu, saya nggak bisa share, tanya saja ke orang-orang yang punya blog copasan atau yang modal judul cetar tapi isinya cuma click bait kemana-mana. Semua ada prosesnya, dan di blogging, proses itu tidak bisa secepat paman Gober ngumpulin emas.



Tapi keinginan untuk berbagi informasi itu nggak bisa dicegah. Apalagi saya juga punya online shop, sehingga apa yang saya posting itu sesungguhnya adalah proses belajar tiada henti juga. 

Selama jalan-jalan mencari ide DIY (Do It Yourself) dan craft, saya juga mengamati bagaimana blog-blog craft asing memberdayakan blognya. Dengan memberdayakan blognya, blogger bisa menjadi lebih mandiri dengan produk sendiri. Kalaulah ada iklan yang diunggah di blog tersebut, minimal ada benang merahnya dengan tema blog itu. Regenerasi blogger itu sangat cepat. Blogger-blogger muda yang lebih canggih gadget, teknik blogging dan kontennya terus bermunculan. Belum lagi ada batas usia emas blogger, jika dilihat dari statistik pengguna internet terbanyak.

Memberdayakan blog sendiri juga untuk mengurangi ketegangan hidup akibat tuntutan personal branding. Nggak semua orang nyaman wajahnya terpampang dimana-mana. Padahal itulah yang dituntut oleh sebagian besar klien. Blog branding saat ini memang kalah pamor dari personal branding yang didukung oleh makin populernya media sosial sebagai senjata marketing. Kalau nggak beredar di media sosial, seringkali dianggap sebagai blogger yang belum berprestasi. Sebagus-bagusnya ngeblog, tetap harus setor muka di medsos jika ingin dianggap eksis.  It's okey. Nggak usah baper. Itulah hidup yang terus berputar.

1. Menjual Produk DIY dan Craft

Terus terang, saya baru melakukan no 1 ini saja dengan membuat akun instagram @beyouprojects. Sudah follow belum? Yang follow, akan difollow balik, loh. Produk yang saya jual sementara adalah produk jahit buatan sendiri. Kedepannya, saya akan menjual produk craft selain jahit juga. Baru belajar menjahit kok sudah berani menjual hasilnya? Mengapa tidak? Kan bisa memilih craft yang mudah dibuat dulu untuk mengumpulkan jam terbang.


Saya tidak mau boros borong bahan-bahan yang cakep-cakep di group, lalu cuma memamerkan hasilnya. Saya tidak butuh barang sebanyak itu. Tas casual saya sebelumnya cuma satu dan baru-baru ini jadi dua setelah bisa membuat sendiri. Daripada cuma ditumpuk saja, kan lebih baik dijual. Saya juga selalu mengingat kata-kata admin di group jahit saya untuk tidak terlalu bernafsu beli ini itu dan mengejar tutorial yang tren. Lebih baik memanfaatkan yang ada di sekitar saja dan kerjakan yang mampu dulu.
Nasehat itu terbukti benar karena banyak teman di group yang mendapat pesanan produk sederhana, misalnya dosgrip atau tempat pensil untuk goodie bag ulang tahun, pouch untuk ibu-ibu pengajian, simple tote untuk kawinan dan sebagainya. Meski produk sederahana dan mudah tapi kalau jumlahnya sebanyak itu, kan lumayan banget.

2. Menjual Bahan dan Peralatan

Seringkali crafter menyimpan bahan yang cukup banyak. Ada 3 sebab mengapa begitu. Pertama karena banyak item yang sangat kecil sehingga toko tidak menghitung bijian, melainkan menimbangnya lalu dipacking dalam plastik kecil-kecil. Kedua, ada juga yang karena harganya sangat murah, toko packing beberapa buah kedalam satu plastik agar pembayarannya sesuai dengan kelipatan mata uang. Ketiga karena letak toko cukup jauh sehingga sayang bensin dan parkir jika beli cuma sedikit.
Sisa bahan tersebut dipajang untuk dijual lagi oleh crafter, daripada ditumpuk begitu saja. Kalau tidak laku, ya tidak apa-apa, bisa dipakai sendiri suatu saat. Kalau laku, bisa beli lagi jika sewaktu saat memerlukannya.

3. Menjual Pattern Atau Pola

Sebenarnya dibandingkan 2 nomor diatas, menjual pattern-lah yang paling banyak dilakukan oleh blog asing. Mereka membagikan link-nya di blog dan kita harus membayar sebelum mendownload. Caranya bagaimana? Saya tidak tahu heheheee. Masih banyak yang harus saya pelajari. Semakin banyak eksplor, semakin banyak yang saya tidak tahu, semakin banyak saya harus belajar. Karena itu, saya membatasi eksplor, agar tiap tahap bisa saya praktekkan dulu. Daripada kebanyakan eksplor tapi nggak praktek-praktek kan, ya?
Kalau secara teknis, membuat pattern jauh lebih simple daripada membuat tutorial. Mungkin itu sebabnya di blog asing dijadikan produk utama. Kok kita nggak seperti itu ya? Heheheee....
Jenis pattern yang dijual bermacam-macam, dari baju hingga tas. Bahkan ada boneka juga. Meski begitu, mereka tetap memberikan free pattern sebagai pengikat dengan para pengunjung blog. Hampir sama dengan teman-teman yang jualan template blog, yaitu ada yang gratis dan ada yang berbayar.
Saya pengin banget bisa ada pattern berbayar di blog saya. Selain browsing, saya juga mencari-cari teman-teman yang tahu bagaimana cara upload pattern-nya di blog agar orang baru bisa download setelah bayar.

4. Menjual DIY Atau Craft Kit

Ini cita-cita saya juga tapi saya benar-benar belum ada waktu untuk mengerjakan. Dalam DIY atau craft kit ini, kita menyiapkan package yang berisi foto tutorial dan bahan untuk membuat craft tersebut. Ini bukan ide baru, saya pernah melihatnya tapi bukan di blog, melainkan di akun medsos teman-teman yang hobi felt dan lettering.
Calon konsumen yang kemungkinan tertarik adalah mereka yang sedang mencoba-coba hobi craft tapi tidak tahu apa yang harus dibeli dan bagaimana mengerjakannya. Mereka belum ingin membeli bahan dan peralatan sendiri karena masih meraba-raba hobi tersebut. Selain itu, kadang anak-anak sekolah juga membutuhkannya sebagai tugas mata pelajaran yang bersangkutan. Ibu-ibu yang mendapat giliran tampil mengisi acara di arisan juga bisa memanfaatkannya.

5. Mengisi Workshop

Dokumentasi yang rapi di blog membuat pengunjung cepat memahami apa yang kita bisa. Dokumentasi di blog juga mencerminkan rasa percaya si blogger terhadap karyanya. Kalau si blogger percaya dengan karyanya sendiri, orang lain pun akan percaya pada blogger tersebut. Seperti yang saya pelajari dari mbak Ainun, untuk membuat sebuah workshop sukses itu yang paling penting adalah percaya diri dan kepercayaan audience.


6. Menyusun Buku

Enaknya tema blog yang kuat di satu bidang itu adalah terkumpulnya cukup banyak bahan untuk dijadikan buku. Jangan lupa ya, buku saya tentang Berani Ikut Pameran itu diambil dari kumpulan psotingan blog saya yang dulu. Beberapa penerbit memberikan harga khusus kepada penulisnya yang menjual buku secara langsung. Lumayan kan, bisa mendapat selisih antara harga khusus dengan harga normal.

Baca: About Me

Ternyata banyak ya yang bisa dihasilkan dari blog DIY dan craft, dan saya baru mengerjakan yang nomor satu. Masih banyak yang harus digarap.

Nah, itu dulu ya teman-teman. Jika ada masukan baru, saya akan posting disini sebagi update. Atau teman-teman punya ide? Silakan berkomentar dibawah. Selama menulis artikel ini, saya bolak balik melihat judul. Tetap nggak yakin nulis soal duit di blog ini. Heheheee... Semoga bermanfaat!

You Might Also Like

40 comments

  1. Selalu terpesona dengan hasil karyamu Maaak, aku juga mau ngumpulin emas aah,bikin apa yaaa...hahaha

    ReplyDelete
  2. makasih sahringnya, sebetulnya dari dulu pingin bikin DIY secara sy juga suka craft tp ternyata menyusun kata untuk cara membuatnya yang sulit, lebih gampang bikin puisi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak, bikin2nya nyenengin, giliran nulisnya gagap :))

      Delete
  3. Mbk lusi, ini jg bs dipraktekkin sm blog yg isinya diy mainan anak kn ya mbk ?

    ReplyDelete
  4. ternyata banyak yang bisa di jual dari blog DIY & craft, sekarang juga lg naik daun sih mbak kalo menurut aq DIY & CRAFT karena di jakarta banyak banget kelas2 belajar-nya dan aq beberapa kali ikut, menyenangkan sih untuk belajar lagi sesuatu yang baru..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, nggak bisa berhenti. Tapi kebanyakan aku belajar sendiri. Paling sebulan sekali aja ikut kelas.

      Delete
  5. Aku udah lama pengen ngisi blog khusus jahit. Malah udah beli domain sejak awal tahun kemaren, tapi belum keisi juga. Padahal bahan udah numpuk. Baca ini aku jadi pengen lagi Mak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu dirimu suka posting mukena lucu2 kan? Lagi yuk :))

      Delete
  6. Saya dulu juga sempat jualan craft mba, bros jilbab gitu. Senang kalau orang senang dan pakai bros jilbab buatan saya. Semenjak nikah dan punya anak nggak pernah bikin lagi, eh pas dicoba lagi kok kaku yaa.

    Semoga sukses ya online shopnya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ntar kalau anak2 sudah agak besar, dilemesin lagi ya :))

      Delete
  7. Hello Mba 👋, saya jadi ingat awal-awal pas blogging. Saya suka sekali mantengin blog DIY dan craft, kebanyakan blog dari luar. Hal tsb menginspirasi saya untuk bikin blog, walaupun tidak fully DIY.
    Apa yang bisa di jual dari blogger DIY? sepertinya sudah disebutkan semua sama Mba. Yang pasti sih kalau yang kita share itu sesuatu yang baik dan berguna, insha Allah akan menjadi amal baik kita di dunia 🙏.
    Btw, blog beyourselfwoman sangat inspiring 👍💐. Keep sharing 😊.

    www.fillyawie.com

    ReplyDelete
  8. tulisan tentang DIY ini nih yang bikin makin rajin ke sini mbak..
    pengen ngelemesin tangan lagi...
    banyak kain2 sisa di rumah yang bingung mau diapain sih.., dari dulu mah cuma bisanya kristik aja..

    ReplyDelete
  9. asiknya punya keahlian mak, jd bertanya keahlianku apa ya gini2 aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah banyak mbak, tidak harus sama dg yg lain :)

      Delete
  10. keren Mak Lus. sebenarnya aq suka crafting. zaman SMP, SMA, kerajinan tangan membuatku happy, tapi udah lama banget nggak praktek nih. Rajutan tempo hari aja belum qapa-apakan. hoho. gimana ya caranya biar mood lagi?

    ReplyDelete
  11. Jual pattern atau pola ini luas Mak Lus. Di blog emak-emak dengan balita, mereka juga jualannya printable buat belajar anak-anak gitu. Emang murah sih, sepaket ada yang cuma 2 atau 3 dollar, tapi kan itu sekali bikin, bisa dijual selamanya ya.. Kalo sebulan ada 10 aja yg beli, mayan banget, apalagi kalo ratusan, soalnya pembaca mereka world wide kan yah..

    ReplyDelete
  12. Aku bikin diy pengennya tak jual mba sakjane. Tapi kalau dipikir2 enakan gini seneng2 aja jadi hepi bikin diy. Tapi yo seneng itu pada nanya cara bikine kepiye xD

    ReplyDelete
  13. Peluang yg bagus dari bisnis kreatif. Ternyata yg dijual tidak hanya hasil jadinya aja, bahan bakunya juga bisa. Sangat menginspirasi

    ReplyDelete
  14. Mak Lus, aku kagum dengan semangat belajarmu !!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau berhenti belajar, ntar bengong aja :))

      Delete
  15. Ternyata banyak peluang dari blog DIY. Jadi mikir aku nggak punya keahlian disini.

    ReplyDelete
  16. Wah mba Lusi, ini aku bangeet. Sehati sepemikiran sehobby ya kitaaa. Aku juga lagi kepengen tahu gimana ya bikin pattern yang di download itu soalnya punya dua niih pattern andalan, di FB malah banyak yang mau ikutan kalo aku bikin workshop jejahitan pola yang simple tapi kepake buat keseharian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, bikin aja wsnya. Utk pattern itu aku blm nemu yg bisa ngajarin. Semangat.

      Delete
  17. kalo pesannya om neil patel sih gitu mbak. blogger sebaiknya punya sesuatu untuk dibagi, dalam hal ini dijual.

    saya masih belum tahu blog saya mau dibawa ke next level sebelah mana. hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktunya akan datang mbak, sekarang dedek yang utama :))

      Delete
  18. saya seneng dg benang merah dari posting ini :-) karena tidak terbebani oleh syarat anu, trik ini. tips ini biar itu, kta ahli ini agar bisa itu dll... mantap

    ReplyDelete
  19. Waktu kakakku nikah, kaki buat sendiri kipas dari kaedus dikasi renda dan dilapisi kain. Kadang...diy itu untuk keasyikan sih ya. Puas aja kalo dah jadi...kalo ada yg ngajak tukeran demgan duit itu bonus banget. Dapat pesanan lagi, itu double bonus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kreatif ya. Orang kreatif memang nggak bisa lihat sesuatu yg polos. :))

      Delete
  20. Aih anakku suka banget ama DIY, mba. Ntar mungkin bisa diupayakan ya mba biar bissa dikreasikan dan dijual juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, semangat, seringkali yg muda lebih kreatif :))

      Delete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.