Friday, October 04, 2019

Tutorial Cara Membuat Topi Pancing Atau Bucket Hat

Jika teman-teman mencari di youtube atau google, topi ini lebih populer dengan nama bucket hat. Bentuknya memang seperti yang sering digunakan oleh penghobi memancing, jadi disebut topi pancing. Tapi ada juga yang menyebutnya topi Jepang karena sering dipakai oleh turis Jepang. Apapun itu, model topi ini memang timeless dan praktis karena bisa dilipat untuk disimpan di dalam tas jika tidak sedang digunakan.

topi pancing bucket hat

Sudah lama saya ingin membuat topi seperti ini meski saya sendiri jarang melakukan kegiatan outdoor. Minimal pengin punya satu untuk disimpan di mobil jika sewaktu-waktu butuh. Tapi karena masih asik membuat pouch dan tote bag, topi tersebut tidak segera terwujud. Lagipula ada bentuk bundar di bagian atas topi yang membuat saya merasa terintimidasi. Saya memang tidak pandai menjahit sambungan dengan bidang bundar.

Momen itu akhirnya datang juga sehari jelang Hari Batik lalu. Saya segera mencari tutorial. Diantara banyaknya tutorial, saya memilih 2, yaitu dari komunitas jahit dan dari youtube. Yang dari komunitas sebenarnya sudah ada tutorial dalam bentuk foto, tapi karena minim narasi, sulit bagi saya yang masih belajar ini untuk memahaminya. Tutorial dalam bentuk foto memang harus disertai keterangan yang memadai dalam bentuk tulisan. Beda dengan video yang tak perlu terlalu banyak kata, cukup yang penting-penting saja. Sang pemberi tutorial sepertinya juga segan menjawab ketika ada pertanyaan. Mungkin beliau sudah capek membuat tutorialnya sehingga tidak ada energi untuk menjawab. Jadi ya sudah, saya tinggalkan saja tutorial tersebut.

Baca juga: How To Sew Zippered Pocket Helped By Double Tape

Tutorial ke-2 saya dapatkan dari youtube. Meskipun dari Korea tapi menggunakan pengantar bahasa Korea. Videonya sangat jelas. Topinya bagus banget dan sepertinya cara membuatnya mudah. Jadi saya putuskan untuk mulai membuat polanya.

Setelah pola jadi, ternyata bahan batik yang sudah saya gadang-gadang itu tidak ada. Entah terselip dimana karena saya merasa belum menggunakannya dan rumah saya kecil saja sehingga apa-apa seharusnya mudah ketemu. Belum lagi kain keras pelapis yang akan saya gunakan juga tinggal sedikit saja. Sudah kepalang tanggung, saya gunakan saja kain kanvas yang tidak perlu menggunakan pelapis.

Dalam prosesnya, kok pola yang saya buat tidak pas. Oya, untuk tutorial yang ini, saya harus menghitung lingkar kepala sendiri, jari-jari lingkaran dan keliling lingkaran meski channel tersebut memberikan rumusnya. Pola untuk bagian samping jauh lebih kecil dari keliling lingkaran. Akhirnya saya tambah lagi hingga pas dengan keliling lingkaran. Begitu juga panel bawahnya. Astaga! Bukan jadi topi malah flat saja seperti sarung bantal. Saya sempat malas memperbaiki, tepatnya mengulangi. Tapi sayang kain yang sudah terpotong tersebut. Harus ada langkah penyelamatan.

Lalu saya mencari tutorial lain lagi di youtube. Sebenarnya rata-rata basic bentuk polanya sama, hanya saja ukurannya yang berbeda. Karena tujuannya yang penting jadi topi, saya mencari yang ukuran polanya sudah ditentukan, tidak perlu mengukur kepala sendiri dan menghitung pakai rumus lingkaran.

Ketemulah channel youtube Beginner's LUCKraft berjudul Reversible Bucket Hat.

Meski video tidak sejernih channel sebelumnya tapi penjelasannya lebih cepat saya pahami dan ukuran-ukurannya sudah ditentukan. Kebetulan tutornya orang Jepang. Jadi pas kan, orang Jepang memberikan tutorial topi Jepang?

Seperti yang pernah saya tulis, tutorial Jepang itu sangat jelas dan rapi banget tapi mereka tidak pernah mau skip proses, tidak mau cari cara gampang. Jadi, ikuti saja detilnya kalau mau berhasil.

Alhamdulillah dengan tutorial terakhir ini bisa jadi topi pancing seperti yang saya inginkan. Bentuknya memang belum sempurna, masih mlethot sana sini karena seperti yang saya bilang diatas kalau saya belum pandai menjahit sambungan lingkaran. Yang penting sudah ketemu pola dan caranya dulu, insya Allah setelah ini terus-menerus menyempurnakan bentuknya.

Nah, berikut tutorial dan pola cara membuat topi pancing atau bucket hat. Satuan ukuran yang digunakan inchi (").


1. Membuat lingkaran untuk bagian atas topi.


pola lingkaran topi pancing

Gunakan kertas seadanya. Kalau tidak punya jangka, lipat kertas menjadi 2 atau 4, terserah. Tentukan sebuah titik. Dari titik tersebut ukur keluar sesuai panjang jari-jari. Lakukan beberapa kali, kemudian sambung titik-titik tersebut. Ulangi di lipatan lain. Terakhir, gunting sesuai garis tersebut. Jadi, deh!

Di video tersebut sudah ditentukan lingkar kepala 22". Tapi jika teman-teman mau mengubahnya, ukur saja kepala pas di atas alis menggunakan meteran kain. Jika tidak punya meteran kain, gunakan tali lalu bentangkan di penggaris biasa.

Lalu buat lingkaran dengan keliling: 22" - 2" = 20".
Di tutorial yang gagal sebelumnya lingkar kepala tidak dikurangi, langsung menggunakan hasilnya untuk menghitung jari-jari lingkaran.

Sekarang menghitung jari-jari dengan rumus: lingkar kepala : 6.38" = 20" : 3.18".

Jadi penjahit itu juga harus bisa matematika, ya.

Setelah itu gunting kertas polanya, jiplak kertas pola diatas kain dan gunting kainnya. Diperlukan 2 lingkaran dari 2 motif bahan kain agar bisa bolak balik.


2. Membuat bagian samping.


panel samping bucket hat

Foto ini terkesan celometan, tapi memang benar. Heheeheee. Yang kotak tersamar itu adalah selotip kertas yang saya gunakan sebagai alat bantu. Jika kurang jelas, bisa dilihat di video yang saya sarankan di atas. Tapi insya Allah ini  sudah jelas.

Pertama, buat bidang persegi dengan ukuran 5" x 3,5". 
Ukuran 5" berasal dari keliling lingkaran 20" : 4. Jadi nanti ketika disambung harus pas. Jadi jika teman-teman tidak menggunakan ukuran ini, hitung saja sendiri kelilingnya dibagi 4.
Kedua, bagi persegi tersebut menjadi 4 bagian, masing-masing 1,25".
Ketiga, gunting tapi jangan sampai putus. 
Keempat, ambil kertas lain. Letakkan kertas persegi tadi di atasnya. Rekatkan bagian atas kertas yang persegi dengan bantuan selotip. 
Kelima, renggangkan bagian bawah kertas sehingga mencapai lebar 6". Supaya lengkungnya bagus, potong kerta kecil selebar 0,3". Dari mana asalnya 0.3" tersebut? Lebar kertas sebelumnya kan 5", gap hasil dari guntingan ada 3, jadi kita perlu gap masing-masing sebesar 1" : 3 = 0.33". Ini berarti ukuran pas bagian samping sudah jadi.
Keenam, beri kampuh keliling untuk jahitan sebesar 0,5", kecuali bagian yang ada tulisan "lipatan kain". Gunting keliling!

Cara penggunaannya di atas kain sebagai berikut. 
  • Lipat kain menjadi 2 bagian. 
  • Letakkan pola diatas kain dengan posisi bagian yang ada tulisan "lipatan kain" mepet di sisi lipatan kain. 
  • Garis menggunakan kapur, pensil atau spidol kain. Pakai pensil biasa juga tidak masalah, toh tidak kelihatan setelah dijahit.
  • Gunting kecuali bagian yang dilipat, lalu buka lipatannya. Hasilnya satu lembar memanjang karena terdiri dari satu pola yang digandakan.
  • Buat 1 lembar lagi dengan langkah yang sama.
  • Gabungkan 2 lembar tersebut di kedua sisinya dan jahit sehingga membentuk lingkaran. Jadilah 1 set bagian samping.
  • Yang dibutuhkan 2 set bagian samping dari 2 motif bahan kain yang berbeda agar bisa bolak balik.

3. Membuat bagian bawah.


panel bawah topi pancing
Langkahnya sama persis dengan cara no 2 diatas. Yang berbeda hanya ukurannya saja. 

Ukuran bentuk persegi yang dibutuhkan adalah 6,5" x 3" lalu bagian bawahnya direnggangkan. Tak ada ketentuan direnggangkan sampai berapa inchi. Di tutotial yang gagal lalu sampai 9". Untuk tutotial ini, saya mengikuti gap yang sudah ada saja, yaitu 0.33 x 4 buah gap.

4. Ringkasan bahan yang sudah disiapkan:


  • 1 lingkaran bahan A, 1 lingkaran bahan B
  • 1 set panel samping bahan A, 1 set panel panel bahan B
  • 1 set panel bawah bahan A, 1 set panel bawah bahan B

5. Menggabungkan semua bagian.


  • Kerjakan salah satu motif dulu, baru kemudian motif satunya. Langkahnya sama persis.
  • Gabungkan lingkaran dengan bagian samping di sisi kain yang buruk. Bagian samping yang digabungkan dengan lingkaran adalah yang kelilingnya lebih kecil. Pakai bantuan jarum pentul. Sematkan jarum pentul di empat arah mata angin dulu, baru kemudian ratakan jarum pentulnya diantara jarum-jarum pentul tersebut.
  • Jahit pelan-pelan. Jangan ragu untuk berhenti dan memotong benang jika sudah keluar garis. Jahitan akan berada di dalam sehingga tidak keliharan.
  • Gabungkan bagian samping yang lebar dengan bagian bawah yang sempit. Caranya sama dengan menyematkan jarum pentul di 4 arah mata angin, lalu ratakan jarum pentulnya diantara jarum pentul tersebut.
  • Jahit pelan-pelan.
  • Sekarang kita sudah punya 2 bagian topi dengan ukuran dan bentuk yang sama tapi motif bahan yang berbeda.
  • Gabungkan keduanya dengan permukaan yang bagus di bagian dalam.
  • Jahit pinggirannya. Sisakan 15 cm untuk membalik.
  • Setelah dibalik, rapikan lubang pembalik tadi lalu jahit berbarengan dengan jahit tindas keliling bagian bawah topi.
  • Nah, topi sudah jadi!
Catatan:
  • Jika ingin hasilnya lebih mantap, jahit bagian bawah topi keliling memutar beberapa kali dengan jarak antara garis jahitan sesuai keinginan.
  • Jika ingin lebih kaku, gunakan pelapis kain keras atau staplek atau m33. Terutama jika menggunakan bahan kain katun. Untuk bahan kain kanvas tidak perlu. Pelapis ini harus ditempelkan ke kain lalu disterika. Bagian yang ada lemnya tentu saja harus di dalam. Kalau salah, lapisan lemnya bisa menempel di setrika.
Cukup panjang ya, tutorialnya? Cara membuat topi pancing atau bucket list ini langkahnya tidak serumit dan sepanjang yang dibayangkan. Artikel sepanjang ini kalau dipraktekkan cukup singkat kok. Mungkin yang penuh perjauangan ketika menjahit bagian lingkarannya. 

Saya tidak membuat foto yang banyak karena di videonya sudah cukup jelas. Saya hanya membantu narasinya saja sekaligus supaya tidak capek bolak balik pause, sekaligus berbagi credit dengan pembuat videonya. Semoga bermanfaat.


1 comment:

  1. kreatif mba... jadinya unik yah karena tidak dijual di manapun

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.