Blog Beyourselfwoman Di Workshop Menghias Jar dan Toples Lancar Paint Expo 2018

Thursday, May 10, 2018

Blog be yourselfwoman mendapatkan kepercayaan untuk mengisi salah satu sesi Paint Expo 2018 yang diselenggarakan oleh Toko Cat Lancar Yogyakarta.


hasil paint expo 2018
Instagram grid #bloggerjogjaxlancarcommunity

Lancar Paint Expo 2018 yang diadakan Toko Cat Lancar tanggal 9-13 Mei 2018 di Ambarukmo Plaza merupakan momen penting bagi blog beyourselfwoman. Untuk pertama kalinya, saya diminta untuk mengajak teman-teman blogger Jogja mengisi acara workshop DIY (Do It Yourseldf) & craft. Workshop yang saya ampu sebelumnya adalah tentang blog, baik secara teknis atau sharing. Hanya tema saja yang berbeda tergantung bidang yang digeluti pengundang. Kali ini saya tidak bicara tentang blogging, melainkan mempraktekkan isi konten yang mendominasi blog beyourselfwoman, yaitu DIY & craft.

Bagaimana Lancar Group bisa menemukan blog ini? Dari googling, tentu saja. Ternyata dari hasil yang muncul blog beyourselfwoman adalah satu-satunya yang menulis tentang craft secara membumi di kota saya sehingga interaksi dengan pembaca tercipta. Jadi yang membuat Lancar Group tertarik bukanlah DA/PA atau pageview, melainkan interaksi dengan pembaca di kolom komentar. Karena apalah artinya angka-angka, yang bisa didongkrak dengan ads, jika tidak punya interaksi dengan pembaca loyal? Karena itu, artikel ini saya persembahkan untuk teman-teman yang rajin berkunjung dan berkomentar di blog beyourselfwoman. Tanpa teman-teman, apalah saya ini. Terima kasih banyak, ya.

narasumber paint expo 2018


Untuk urusan cat, blog beyourselfwoman sudah beberapa kali mempraktekkan dan menulis tentang DIY pengecatan. Antara lain:

Singkat cerita, saya harus mencari ide yang berhubungan dengan cat. Yang terpikir langsung mengecat mason jar yang aduhai indahnya itu. Tapi setelah diskusi dengan panitia, akhirnya saya setuju mengganti jar dengan toples atau wadah plastik. Menurut saya, sayang juga loh jar udah bagus malah dicat. Belum lagi keamanannya, karena waktu terbatas dan tempatnya harus berbagi dengan berbagai booth produk cat. Oh iya, meski ini pameran cat, ternyata ada arena anak-anak dan kolam pancing ikan plastik. Soalnya long weekend begini, meski temanya mau lihat-lihat cat, pasti seluruh anggota keluarga ikut. Apalagi acaranya di mall.

Akhirnya kami sepakat berganti bahan dari glass jar ke plastic jar. Bahkan ketika belanja kebutuhan bahan, saya masukkan juga toples dan botol kecap, dari harga Rp 2.000 hingga Rp 25.000. Mungkin karena sudah menghayati betul tema blog DIY, jadinya malah tertantang membuat barang-barang remeh menjadi layak dipajang.

Jadi rencananya, wadah-wadah tersebut akan dicat lalu dihias. Mungkin teman-teman sempat iri melihat foto-foto home decor luar negeri yang memajang tempat bumbu yang warnanya seragam lengkap dengan label. Sebenarnya di pasaran itu sudah banyak dijual tapi kebanyakan berwarna putih dan berbahan keramik. Kita bisa membuat sendiri dari wadah plastik murah meriah, lengkap dengan labelnya.

peserta paint expo 2018


Pada dasarnya, wadah tersebut bisa dicat dari dalam dan dari luar. Kalau pengecatan dari luar sih, mudah saja, tinggal disapu dengan kuas. Jika ada tutup, sebaiknya tutup dilepas dulu. Jika tutup mau dicat juga, harus dicat secara terpisah. Posisi mengecat terbaik adalah dengan posisi wadah tengkurap. Saya kurang menyukai pengecatan dari dalam karena perataan cat sulit dikontrol, boros cat karena dituang ke dalam dan susah kering. Tapi jika suka, beri sedikit air agar cat bisa meluncur lebih baik didalam wadah ketika wadah diputar-putar. Ulangi jika kurang rata menutup permukaan dalam botol. Yang harus diingat adalah cara pengecatan dari dalam ini tidak boleh dilakukan di wadah yang akan diisi makanan tanpa pembungkus karena tidak masuk food grade.

Cat yang kami gunakan adalah jenis interior premium. Cat ini memberikan tampilan doft yang sedang tren di home decor. Kuas juga sudah disediakan oleh panitia. Saya menyiapkan printilan lain seperti wadah cat, tissue, properti foto dan hiasan-hiasan. Lain kali saya akan tulis, apa saja sih yang harus dipersiapkan jika akan memberikan workshop kriya karena ternyata harus lebih detil dan membutuhkan waktu lebih lama ketimbang workshop menulis atau ngeblog.

Sedikit tentang Toko Cat Lancar, buang jauh-jauh deh bayangan tentang toko bangunan yang panas, berdebu dan mas-mas keringatan. Toko Cat Lancar memiliki 18 cabang di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Semuanya bersih dan siap memberikan konsultansi tentang pemilihan cat, termasuk menciptakan warna yang tidak ada di pasaran alias kreasi teman-teman sendiri dengan mencampur berbagai warna sampai menghasilkan warna yang diinginkan. Eit, cara mencampurnya bukan dengan menuang cat kira-kira diember dan diaduk, lo. Ada program komputer yang menganalisa warna yang diinginkan, bahkan jika teman-teman hanya membawa sedikit sample warna cat tembok lama. Pemilik merk cat yang bekerjasama sama dengan toko ini juga telah menghias booth masing-masing di kantor-kantor cabang sehingga oke juga buat foto selfie. Heheee....

peserta paint expo toko cat lancar 2018


Dari talkshow sebelum workshop saya mulai, barutahu kalau toko cat Lancar juga memiliki program edukasi, yaitu Lancar Academy. Wah, saya jadi mikir, harusnya saya ikut Lancar Academy dulu ya, supaya bisa mengecat dengan baik dulu sebelum memberikan workshop. Lancar Academy ini merupakan wadah berbagi ilmu yang boleh diikuti oleh siapapun juga yang membutuhkan.

Dari percobaan yang saya lakukan sih, sebenarnya cat yang kami gunakan itu bisa benar-benar kering dalam 10-15 menit tanpa disentuh. Tapi karena keterbatasan waktu, begitu selesai dicat, langsung dihias tanpa sempat dikeringkan. Salut dengan teman-teman yang tanpa ragu langsung berkreasi meski tangan mereka belepotan cat. Untungnya cat ini berbasis air, artinya bisa dibersihkan dengan air dan sabun. Ada cat yang berbasis minyak, yang baru hilang jika dibersihkan menggunakan tinner. Mungkin inilah yang membuat perempuan malas pegang cat karena tinner bisa merusak keindahan kulit tangan yang sudah dirawat mahal-mahal, kan? Padahal ada kok cat yang berbasis air.

Hiasan yang sudah saya siapkan adalah label, burlap, tali goni, pita, kain katun, bunga kecil-kecil dan sebagainya. Burlap ini banyak disukai oleh kreator home decor karena memberikan kesan etnik. Tapi sebaiknya jangan diletakkan di kamar tidur karena seperti ada uap yang menyesakkan. Sekarang sepertinya ada burlap yang sudah dibersihkan dan tidak bikin sesak, tapi saya belum pernah mencobanya.

Khusus untuk label, saya menyiapkan 2 macam, yaitu label sticker dan hangtag. Label sticker digunakan untuk tempat bumbu atau tempat penyimpanan kopi dan teh. Sedangkan hangtag digunakan jika wadah tersebut akan digunakan sebagai tempat gift. Keduanya saya download di internet dengan keyword "free printable jar label". Sayangnya, dalam satu page banyak nama bumbu yang tidak saya kenal karena kreator labelnya dari luar negeri. Jadi kalau misalnya teman-teman tidak mau mubazir, bikin label sendiri saja dengan bantuan canva.com. Ukuran kertas yang mereka gunakan adalah A4, bisa untuk beberapa label sekaligus. Untuk label sticker, gunakan kertas stiker yang doft, jangan yang glossy karena meski tidak mengkilap sudah ada lapisan plastiknya sehingga awet jika terkena tangan basah. Kadang fotocopy atau percetakan digital tidak punya kertas stiker A4, melainkan A3. Kertas A3 itu bisa untuk 2 pages A4. Sedangkan untuk hangtag, saya perlu kertas yang agak tebal, jadi saya gunakan kertas ivory.

Selain untuk wadah bumbu dapur, kopi dan teh, hasil mengecat dan menghias jar dan toples murah meriah itu bisa digunakan pula untuk vas bunga, tempat sendok garpu, tempat alat tulis, tempat kuas make up, dan sebagainya. Jadi jika teman-teman sudah menetapkan tema warna rumah, tak ada alasan untuk bingung mencari decor atau wadah yang berwarna senada. Bikin sendiri saja.

Sekarang Toko Cat Lancar punya hotline 08 22 23 800 800 sehingga teman-teman malah bisa konsultasi pemilihan tema warna dengan Lancar Care, baik eksterior maupun interior. Belinya pun cukup melalui aplikasi android Lancar Easy. Plus minta dicatkan sekalian oleh Lancar Painting Service. Dengan kata lain, pencet-pencet tau beres saja. Heheheee.... Keterangan lengkap bisa dibaca di www.tokocatlancar.com.

Workshop diakhiri dengan memajang dan memoto karya masing-masing. Senang sekali melihat antusiasme teman-teman. Entah sudah berapa ucapan terima kasih saya sampaikan ke teman-teman yang telah mendukung workshop ini dan rasanya tidak akan pernah cukup. Semoga workshop ini bermanfaat untuk teman-teman, minimal bisa memancing ide-ide lain sesuai dengan kebutuhan teman-teman. Bagi yang tidak bisa ikut workshop ini, kapan-kapan akan saya buatkan video tutorialnya.

Terima kasih saya ucapkan pula untuk Toko Cat Lancar yang mendukung penuh workshop oleh blog beyourselfwoman ini. Saya salut dengan visinya yang mengerti gaya hidup modern masyakarat. Semoga kedepannya makin sukses!

lunch tawan resto amplaz
Makan siang dan ngobrol santai setelah workshop. Foto by @imasatrianto


You Might Also Like

10 comments

  1. keren mak lusi!
    yampuun aku jadi pingin bisa ngecet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmmm jadi pengin kolaborasi gitu ya heheee... Aku bikin toplesnya, diisi cheese cake bikinanmu heheheh

      Delete
  2. Gara-gara ikutan acara ini ku jadi ingin berkreasi lagi, mak. Ternyata seru juga ya, dan enggak seribet yang aku kira sih. Yaiyalah enggak ribet, orang semua sudah disiapin ahahahaha. Ditunggu workshop2 lanjutannya, mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dirimu pasti kerenlah, jiwa senimu lebih baik dariku :)

      Delete
  3. Makasih mbak Lusi, sudah berbagi ilmu kemarin. Ternyata seru ya..bebikinan seperti ini...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih juga sudah berpartisipasi ya. Jangan kapok lo :))

      Delete
  4. Meskipun gagap cat dan gagap perkara DIY, aku sukaaa ikutan acara ini. Tapi sejujurnya aku lemot memikirkan sebuah kreasi huhuhu...

    ReplyDelete
  5. Keren banget mbak Lusi :D
    Semakin banyak nulis tentang crafting dan semoga makin sering ngisi acara-acara yaa ^^

    ReplyDelete
  6. Baru pertama kali ini aku membuat kreasi dengan media cat. Asik, ya ternyata. Apalagi cat yang dipake bagus dan mudah dibersihkan...makasih, mak Lusi. Pengalaman tak terlupakan :-)

    ReplyDelete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.