Tuesday, January 22, 2019

Cara Menyambung Kain Perca Yang Memanjang

Namanya kain perca, sisa, ukurannya bermacam-macam. Kalau kotak, bisa dibuat quilt yang cantik. Kalau memanjang, bagaimana menyambungnya, ya?


cara menyambung kain perca

Perca yang sudah disambung dan membentuk bidang yang lebar bisa dibuat berbagai produk craft. Tapi jika perca yang diperoleh terdiri dari berbagai macam, agak kerepotan juga menyambungnya. Perca itu bukan produk tak guna lo. Sekarang banyak olshop di instragram yang menjual perca. Tapi perca yang dijual umumnya kotak, tidak memanjang. Misalnya ukuran 25 x 25 cm. Entahlah apakah itu benar-benar limbah jahitan atau lembaran kain yang bagus lalu dipotong-potong.

Walau sisa jahitan tapi kalau cukup besar tidak pernah saya masukkan ke kelompok perca, malainkan tetep ke kelompok bahan kain biasa. Beda dengan jahit baju yang sisa kainnya sulit dibuat baju juga, sisa kain craft yang ukurannya kecil-kecil masih bisa menghasilkan produk craft lainnya. Misalnya gantungan kunci. Kalau disambung-sambung, kain perca yang ukurannya kecil masih bisa menghasilkan produk berukuran lain yang lebih besar. 


Persiapan Menyambung Kain Perca Yang Memanjang


1. Siapkan pola diatas kertas.


Supaya bisa langsung separuh rapi, siapkan pola yang akan dibuat diatas kertas. Gunakan kertas bekas saja dan jangan terlalu tebal. Saya menggunakan kertas A4 70 gram sisa ngeprint di rumah. Itupun agak ketebalan sih. Kalau ada yang lebih tipis dari itu. Bagaimana lagi, anak jaman sekarang tidak terlalu intensing menggunakan buku tulis. Kalau ada tugas sekolah, hasilnya di print. Jadi, malah lebih banyak bekas kertas print yang tidak terpakai daripada bekas buku tulis.

Gunting perca berdasarkan ukuran kertas pola tersebut, boleh vertikal atau horisontal, tergantung selera. Lebar kain perca tak perlu disamakan untuk meminimalkan limbah. Kita akan menjahit kain diatas kertas. Kertas membantu sambungan lebih mudah dan cepat dilakukan dengan kampuh (pinggiran kain) sesedikit mungkin.


2. Pilih kain yang sama tebal.

Kain-kain yang tebalnya sama menghasilkan lembaran bahan kain yang lebih mudah dibentuk lebih lanjut dan membuat tampilan akhir lebih bagus. Jenis kain tak harus sama, misalnya harus kain kanvas semua. Yang terpenting adalah tebalnya yang diusahakan sama. Kalau sudah mentok tidak ada lagi yang sama tebal juga tidak apa-apa. Ngecraft bareng saya mah santai aja, bukan mau bikin produk haute couture.

3. Gunakan rotary cutter.


Rotary cutter ini penting banget untuk menghasilkan potongan yang clean dan lurus. Bentuknya seperti cutter tapi ujungnya bulat dan bisa berputar ketika dijalankan. Kalau tidak pakai rotary cutter, hasilnya seperti foto paling atas itu, agak meliuk disana-sini.

Baca juga: DIY Coaster Atau Tatakan Gelas Dari Perca

Kebetulan saya baru punya cutting mat nya saja. Itu lo tatakan berwarna hijau supaya perabotan dibawahnya tidak rusak kalau menggunakan rotary cutter, juga agar potongan lurus karena ada skalanya. Sedangkan rotary cutter belum ada di toko langganan saya, menunggu restock. Untuk alat jahit yang agak mahal seperti itu, saya lebih suka membeli offline daripada online karena saya bisa mencobanya lebih dulu. Di olshop banyak yang harganya dibawah 50 ribu. Kalau yang di toko langganan saya harganya sekitar 100 ribu. Yang bagus harganya diatas 250 ribu.

4. Bagi langsung potongan kainnya.


Misalnya akan membuat wadah dengan 2 sisi, seperti pouch, langsung bagi dua potongan-potongan kain yang semotif. Ini untuk menjaga kesinambungan tampilan akhir. Tidak harus sama banyak sih, yang penting dua sisi tersebut punya motif sebagian motif yang sama. Misalnya ada 3 potongan motif bunga yang sama, 2 potong kita sisihkan untuk satu sisi, sepotong lagi untuk sisi lainnya. Kalau tidak langsung dibagi, bisa terjadi sisi yang satu hanya menampilkan motif tertentu saja karena ketika menjahit untuk sisi lainnya, motif tersebut sudah habis.

Cara Menyambung Kain Perca Yang Memanjang

tutorial menyambung kain perca memanjang


Cara menyambung kain perca yang memanjang bisa dilihat di foto diatas itu. Cukup mudah kok.

  1. Dimulai dari pinggir, terserah sisi mana. Saya pilih dari tepi kiri saja biar mudah. Letakkan perca diatas kertas dengan permukaan yang bagus menghadap keatas.
  2. Ambil potongan perca berikutnya, letakkan diatas perca sebelumnya, mepet sisi kanan perca yang bawah. Permukaan yang bagus menghadap ke bawah atau berhadapan dengan perca dibawahnya. 
  3. Jahit di bagian yang ada tanda garis merah putus-putus. Kampuhnya jangan terlalu lebar karena nanti membuat permukaannya gembung. Tapi jangan terlalu mepet juga karena jahitannya akan mudah terbuka, bisa bolong.
  4. Balik perca yang diatas sehingga permukaan yang bagus menghadap keatas.
  5. Ambil potongan perca yang lain dan ulangin proses dari no 1.
  6. Lakukan terus sampai seluruh pola kertas tertutup perca. Jangan khawatir jika pinggirannya tidak rapi, nanti bisa digunting.


Merapikan Sambungan Kain Perca 


Setelah semua kain perca tersambung dengan jahitan, balik dan sobek kertasnya pelan-pelan sehingga tidak ada lagi kertas yang tertinggal. Itulah sebabnya jangan menggunakan kertas yang terlalu tebal agar mudah dirobek. Kalau kertas terlalu tebal, jahitan akan mencengkeram lebih kuat, sehingga kertas sulit dirobet. Kalau dipaksa, jahitannya yang akan brodol.

merapikan sambungan kain perca


Setelah itu, balik lagi agar permukaan yang bagus menghadap keatas. Jahit tindas seperti anak panah merah di foto diatas. Bisa menggunakan benang yang warnanya senada dengan motif, yang berarti siap berganti-ganti benang. Menjahitnya tidak perlu urut, tapi berdasarkan warna agar tidak bolak balik banget mengganti benangnya. Bisa juga menggunakan satu warna benang saja. Sebaiknya yang warna benangnya dengan innernya kelak atau resleting jika menggunakannya.

Baca juga: DIY Membuat Tote Bag Perca Beda Ukuran

Garis semua tepi sebelum menggunting agar lurus. Saya suka menggunakan penggaris besi karena perasaan lebih mantap saja untuk urusan finishing begini. Lalu gunting agar membentuk kotak sempurna. Untuk lembar satunya, gunakan lembar yang telah dirapikan tadi sebagai patokan agar menghasilkan 2 lembar kain dengan ukuran yang sama.

perca untuk pouch

Sekarang kita sudah punya lembaran kain perca yang siap untuk apa saja, misalnya pouch atau tote bag. Kalau saya sih akan membuat pouch. Mungkin akan menarik jika ditambah sedikit aksen polos. Tapi entahkan besok jadinya bagaimana. Tunggu hasilnya di instagram @beyourselfwoman ya. 

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga bermanfaat.

26 comments:

  1. Tanteku dulu tukang jahit. Suka banyak kain perca sisa jahitan. Aku ingat banget pernah dibikinin selimut dan gaun dari sambungan kain2 perca dan waktu itu rasanya keren banget 😄 Kalo baca artikel2 mak lusi tentang jahit, aku jadi suka terkenang masa kecil 💖 Pengin deh belajar menjahit lagi tapi ya waktunya belum bersahabat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ntar aja kan masih ada anak kecil maah diacak-acak loh

      Delete
  2. Tiap kali mengikuti postingan Mak Lus tu aku selalu mupeng, pengen jahit menjahit lagi, tapi belum punya mesin jahit. Kalau di Jogja cari mesin jahit second yang murah di mana ya?

    Dulu saat kecil sudah diajari ibuk njahit, dari bikin bando, karet rambut dari perca, pouch, termasuk bikin baju buat boneka. Sayang mesin jahit di rumah mau aku bawa ke Jogja nggak boleh, padahal sama ibu nggak dipake juga. Kenang-kenangan katanya #hadeeeh (malah sambat aku).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rata2 orang jaman dulu punya mesin jahit yg hitam itu. Ortuku juga punya & sama, mesin itu nggak boleh kemana-mana. :))

      Delete
  3. Wah kreatif sekali mbak Lusi ini :))
    Aku kalo ada sisa kain seperti itu paling banter cuma dipake buat lap doang hehehe.

    Kapan2 mau nyobain juga ah :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lap adalah penyelesaian yang paling praktis heheee

      Delete
  4. Aahh, keingetan aku punya kain perca batik, mau tak bikiin celana kolor buat di rumaah hahahhahaa..
    Maak,suka gatel ya tangan pengen jahit dan ketagihan kalo liat kain / perca

    ReplyDelete
  5. Oalah jadi untuk memotong itu ada alatnya dan namanya Rotary cutter toh. Pantas saja para perajin kain perca hasil guntingannya bagus2. Hehe baru tahu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak heheee tapi disini nggak lazim juga sih. Pengrajinku dulu pake cutter biasa.

      Delete
  6. wah kk suka crafting yah, saya juga pengen banget punya skill ini, tapi bingung mau mulai dari mana, ajar dong kak hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mulai dari mata turun ke hati eaaaa. Japri aku boleh kok :))

      Delete
  7. Buka blog Mak Lusi dan baca-baca artikelnya bikin keingetan hobi lama. Aku waktu kecil sampe SMA, seneng banget jahit-jahit. Dari baju boneka, seprei kamar sendiri, taplak, gorden kamar, aku bikin sendiri. Pake mesin jahit jadul Butterfly itu lho. Soalnya alm bapak memang jago jahit. Jadinya di rumah ada mesin jahit. Usaha alm bapak yang konveksi juga bikin akrab dengan jahit menjahit. Sekarang saat bapak gak ada. Jauh deh sama dunia jahit menjahit. Kangen juga deh. Dan kayaknya, kaku deh aku jahit lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, ortuku punya si hitam itu. Aku juga baru bisa sekarang kok belajar sendiri heheee

      Delete
  8. Noted..bebelian peralatan mending offline ya Maaak. Kek rotary cutter ini.
    Bisa dicoba dulu jadi kalau kualitas enggak bagus ketahuan
    Aku tunggu postingan pouchnya atau apalah prok prok prok jadi apa di Ig ya...
    Tjakeeep pasti:)

    ReplyDelete
  9. Aku suka banget mbak sama pernak pernik kain perca.. Punya beberapa celana dan rok di rumah, tapi aku nggak bakat buat jahitnya nih 😂

    ReplyDelete
  10. Aihhh, udah kepengen lihat hasilnya nanti jadi apa mba Lus. Aku tuh terinspirasi, tapi belum eksekusi jahit tote bag yg dulu dishare di Instagram, hahahaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gpp mbak, nanti ada saat pintu hatimu terbuka heheee

      Delete
  11. Aku seneng ngumpulin perca, walaupun setelah itu bingung mau diapain,hahaha. Ternyata kalau sama mba lusi bisa disulap jadi fungsional begitu ya, bisa dibuat macam2 nantinya,hohoho.

    ReplyDelete
  12. Makasih artikelnya makLus, jadi keinget punya sisa2 kain perca dari hobi jahit daster kmrn2. Perca aja bisa jadi sesuatu yg apik ya mak.

    ReplyDelete
  13. Waktu zaman sekolah pernah bikin prakarya dari kain perca, buat angkat panci, dan pernah juga bikin keset dari sisa kain. Penasaran hasil pouch dari kain percanya.

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.