Thursday, August 08, 2019

Mengapa Blog Craft Dan DIY Perlu Menggunakan Bahasa Inggris?

Di artikel Mengapa Blog Craft dan DIY (Do It Yourself) Perlu Menggunakan Bahasa Inggris ini saya menggunakan bahasa Indonesia karena saya tujukan untuk teman-teman blogger craft dan DIY yang masih ragu melakukannya.

small craft fair


Ada 2 kekhawatiran ketika pertama kali saya menggunakan bahasa Inggris di beberapa artikel di blog ini, yaitu menurunnya pengunjung dan celaan. Untuk celaan itu bisa datang dari pengunjung yang murni mencari tulisan yang relevan dan sesama blogger yang blogwalking.

Tapi akhirnya saya buang kekhawatiran itu dan menikmati proses ngeblog seperti biasa.

Jadi, buat apa sih menggunakan bahasa Inggris di blog craft dan DIY seperti www.beyourselfwoman.com ini?

1. Blog craft dan DIY itu kebanyakan berisi tutorial.


Jika kita rajin membuat ilustrasinya, terutama foto, pembaca tak akan terlalu sulit memahami isi artikel dalam bahasa Inggris tersebut. Lebih baik lagi jika tutorialnya berbentuk step by step.

2. Popularitas blog craft dan DIY di Indonesia.


Faktanya, blog craft dan DIY di Indonesia tidak seramai blog-blog luar negeri. Saya sendiri lebih kenal dengan blog-blog Martha Stewart, Blue Calla, A Beautiful Mess daripada blog-blog dari Indonesia. Saya memperkirakan, selain teman saya sesama blogger yang pernah blog walking disini, mungkin tidak pernah mendengar tentang blog ini.

Tapi, gairah untuk menekuni craft dan DIY di Indonesia itu sebenarnya tinggi sekali loh. Lalu, kemana dan dimana mereka beredar? Kebanyakan sih mereka ada di portal-portal media sosial, yaitu facebook, instagram, youtube dan pinterest.

Kondisi tersebut diluar kendali kita (saya) yang bukan seleb dan apa-apa ini. Jadi, yang bisa dilakukan adalah memperluas sasaran ke luar Indonesia.

3. Mendekati sarang Craft and DIY lovers.


Karena kenyataannya seperti no.2 diatas, maka kita punya pilihan untuk tetap menulis dan menikmati apapun hasilnya atau meluaskan jangkauan untuk menambah jumlah pengunjung. Jika teman-teman ingin pilihan yang terakhir seperti saya, mau tak mau harus menggunakan bahasa yang dimengerti oleh penggemar craft dan DIY dari belahan bumi lain.

Negara mana sih yang paling banyak penggemar craft dan DIY nya? Nah, saya belum menemukan daftar yang valid tentang itu. Saya hanya memperkirakannya saja berdasarkan negara asal blog dan akun media sosial yang banyak digunakan sebagai referensi teman-teman saya, pageview mereka dan jumlah follower mereka. Negara-negara tersebut antara lain Inggris, Amerika Serikat, Jepang, India dan lain sebagainya. Saya juga mengikuti beberapa akun dari Rusia dengan kualitas konten yang sangat bagus. Tapi berhubung kesulitan bahasa, saya harus translate dulu ke bahasa Inggris, sehingga cukup merepotkan.

Untuk blog, saya menyukai konten dari Amerika yang menyenangkan dan Inggris yang rapi. Sedangkan untuk video, favorit saya adalah Jepang yang sangat jelas meski tak paham huruf kanji di caption. Untuk video, sebenarnya India merajai di youtube. Sayangnya, kwalitas video mereka kurang memuaskan dan tutorialnya kurang jelas. Jadi, untuk blog craf dan DIY memang cuma Amerika dan Inggris dan ramai. Lainnya main di media sosial seperti Indonesia. Tapi sekali lagi ini hanya berdasarkan pengamatan dan pengalaman, tidak didukung data valid.

4. Bonus revenue dari Adsense.


Untuk nomor 4 ini, saya tidak bisa menjelaskan dengan baik karena saya tidak paham Adsense. Hanya saja, dalam suatu workshop, saya barutau kalau rate CPC (Click Per Pay) tiap negara itu berbeda. Mungkin teman-teman yang sudah pasang adsense melihat jika per klik iklan dengan target Indonesia hanya diharga nol koma nol sekian US Dollar. Sementara jika menggunakan target negara lain, misalnya Amerika atau Inggris, bisa nol koma saja.

Jadi, jika bahasa berubah menjadi Inggris, meski pengunjung anjlok tapi penghasilan dari adsense bisa saja malah naik.

Tapi bahasa Inggris saya sangat buruk, bisa jadi bahan celaan. Bagaimana dong?

Saya dulu memang sempat nyambi kuliah ekstensi bahasa Inggris di sebuah PTS ternama. Yah, iseng aja karena masih jomblo sehingga kuliah di satu tempat itu kurang sibuk, jadi saya nyambi kuliah di tempat lain juga. Daripada pikiran kemana-mana melihat teman yang happy banget sudah pada punya pacar kan, ya? Heheee. Saya juga sempat bekerja di perusahan multi nasional yang setiap hari menggunakan bahasa Inggris. Bahkan saya pernah membimbing kandidat S2 pertanian untuk lolos persyaratan TOEFL agar dapat beasiswa. Sebelumnya dia sudah mencoba selama 2 tahun dan selalu gagal. Alhamdulillah kali itu berhasil.

Tapi tentu saja itu tidak menjamin apa-apa. Setelah lama resign dan tidak menggunakannya sehari-hari, bahasa Inggris itupun musnah sebagian dari ingatan dan kelenturan lidah saya. Apalagi memang ada suatu peristiwa yang membuat saya tidak bisa mengingat hal-hal tertentu. Jadi anggaplah di blog ini saya juga sama seperti teman-teman yang gagap menggunakan bahasa Inggris.

Sekian dulu tentang saya, kita kembali lagi ke blog craft dan DIY berbahasa Inggris.

Yang wajib teman-teman ingat adalah, di media terbuka seperti blog ini, apapun yang kita lakukan tidak akan pernah sempurna. Orang akan selalu bisa menemukan ketidaksempurnaan itu. Ada yang menyimpannya di dalam hati, ada yang membicarakannya dengan orang lain di belakang kita, ada pula yang terang-terangan mengatakannya. Apakah kita harus peduli? Tentu saja! Tapi peduli dalam artian positif, yaitu mengucapkan terima kasih kepada yang memberikan koreksi. Kepada yang mencela, cukup dilewati dan lupakan saja. Celaan tidak perlu direspon, karena orang yang mencela itu sesungguhnya sedang mencari perhatian. Apakah kita mau membuang waktu dengan memperhatikannya? Tidak, bukan?

Tapi, tentu ada caranya agar bahasa Inggris kita di blog craft dan DIY tidak buruk-buruk amat. Nah, ada 2 cara yang teman-teman bisa coba.

Pertama, gunakan Google Translate.

Yah, mungkin kita sama-sama tertawa ketika mendapat rekomendasi untuk menggunakan google translate. Tapi ternyata, saran itu sama sekali tidak buruk. Paling tidak itu bisa mempercepat penulisan artikel daripada memikirkan kata per kata. Syaratnya hanya satu, jangan menerima terjemahan tersebut mentah-mentah. Coba ucapkan. Jika terasa janggal dan baku, ganti frase bahasa Indonesia-nya. Terus lakukan itu sampai terjemahannya terdengar lebih luwes. Setelah itu, copas dulu ke notepad, baru kemudian dipindahkan ke dashboard agar font-nya mengikuti template blog teman-teman.

Dibawah ini adalah contoh hanya dengan menambahkan kata "itu" dalam frase bahasa Indonesia-nya bisa membuat terjemahan google sesuai dengan yang kita maksudkan.

terjemahan bahasa inggris

google translate

Hasil akhir terjemahan tersebut bisa dibaca di artikel How I Store Sewing Thread.

Kedua, eksplor blog craft dan DIY berbahasa Inggris.

Ada 2 manfaat ekplor blog craf dan DIY berbahasa Inggris. Manfaat pertama adalah untuk memperlancar bahasa Inggris kita. Ini berhubungan dengan penggunaan google translate tadi. Bagaimana kita tahu frase bahasa Inggris yang luwes itu seperti apa jika jarang membaca tulisan berbahasa Inggris? Selain itu untuk menyerap istilah-istilah craft dan DIY yang populer agar blog kita terlihat up to date. Istilah-istilah tersebut banyak yang tidak ada di artikel umum dan tidak muncul di google translate atau kamus.

Practice makes perfect.

Tak ada jalan lain untuk membuat artikel dengan bahasa Inggris yang enak dibaca kecuali terus-menerus melakukannya. Saya sendiri belakangan menulis semua artikel organik menggunakan bahasa Inggris, kecuali untuk artikel seperti ini, yang tujuannya untuk sharing dengan teman-teman blogger Indonesia yang menyukai craft dan DIY. Artikel kerjasama yang semuanya masih dilakukan dengan brand, pengusaha, agensi dan instansi dari Indonesia sehingga masih berbahasa Indonesia. Sejauh ini pageview malah lebih bagus meski sepi komentator. Begitu pula dengan revenue adsense meski tidak sesignifikan mastah-mastah.

Seharusnya saya menambah dengan pengetahuan lebih dalam lagi tentang SEO dan adsense. Seharusnya saya tidak meremehkan otak sendiri untuk memperlajari hal-hal tersebut. Sayangnya, sampai saat ini baru sebatas merangkak seperti kura-kura untuk mengimplementasikan serpihan pengetahuan ke dalam blog ini. Barangkali teman-teman yang lebih muda, lebih cemerlang dan lebih gesit dari saya bisa menangkap peluang-peluang tersebut lebih baik. Silakan saja.

Jika ingin ngobrol dengan saya tentang blog craft dan DIY berbahasa Inggris, silakan klik embed youtube dibawah ini. Durasinya tidak terlalu panjang sih karena saya pendiam. Kidding! Lain kali saya akan ngobrol lebih lama lagi di video-video Ngobrolin.

6 comments:

  1. Wah keren mbak Lusi, memang jadi lebih luas pembaca blog kita jika bahasanya menggunakan bahasa Inggris ya

    ReplyDelete
  2. Harus nih belajar nulis artikel inggris ya mak Lusi 😁

    ReplyDelete
  3. Nah nah naahhh
    Alasannya sangat masuk akal buangett Mak.
    Semoga ini menginspirasi para bloggers yak
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  4. pakai google translate memang cari cepat ya mbak, nanti tinggal disesuaikan lagi aja tata bahasnya kalau gak pas dengan grammarnya. Kebanyakan orang kita mencela duluan sih jadi kadang udah down duluan yang lagi belajar hihihi oops

    ReplyDelete
  5. Pastinya dengan menggunakan bahasa Inggrs selain pembaca lebih meluas, kitajuga aa makin trampil komunikasi tulisan dengan bahasa Inggris

    ReplyDelete
  6. blog in english atau bilingual mmg bakalan banyak dapat pageview ya mbak
    aku juga mau coba kalau lagi bikin
    tips trik fashion ah

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.